Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay: Belajar Menciptakan Neologisme, Ketika Kata Baru Mengubah Cara Kita Memahami Dunia
"Bahasa terus berkembang. Ketika realitas berubah lebih cepat daripada kamus, manusia menciptakan kata-kata baru agar mampu menjelaskan apa yang sedang terjadi."
Begitulah yang terlintas di benak Omjay ketika membaca karya-karya Opa Jappy Pellokila di Kompasiana. Hampir setiap kali membuka kanal videonya, Omjay menemukan sesuatu yang berbeda.
Bukan sekadar opini yang tajam atau esai yang kritis, melainkan keberanian menciptakan neologisme, yakni kata-kata baru yang lahir dari pergulatan pemikiran.
Yang menarik, bukan hanya esainya yang mengundang pembaca berpikir, tetapi video-video yang membahas neologisme tersebut juga sering berada di jajaran video paling populer. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya menyukai gagasan baru, selama disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara ini, Opa Jappy telah memublikasikan 15 neologisme yang masing-masing lahir dari pengamatan sosial, politik, pendidikan, komunikasi, hingga kehidupan kemanusiaan.
Bagi Omjay, daftar ini bukan sekadar kumpulan istilah baru, melainkan jejak intelektual seorang penulis yang berusaha memberi nama pada berbagai fenomena yang sering kita rasakan, tetapi sulit kita ungkapkan.
Mengapa menciptakan kata baru begitu penting? Karena sering kali sebuah fenomena tidak cukup dijelaskan dengan kosakata lama. Bahasa berkembang mengikuti perkembangan zaman.
Dulu kita tidak mengenal istilah "gawai", "swafoto", atau "warganet". Kini semuanya menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Demikian pula neologisme yang lahir dari dunia pemikiran. Ia membuka ruang diskusi yang lebih kaya.