Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
14. Sindrom Tuli Buta Bisu Empati Kemanusiaan
Istilah ini terasa sangat menyentuh. Banyak orang melihat penderitaan, mendengar jeritan, bahkan mengetahui fakta, tetapi memilih tidak peduli. Seolah-olah empati telah menghilang.
Padahal, kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari teknologi atau ekonomi, melainkan juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga rasa kemanusiaan.
15. Sindrom Tak Mau Dibantah
Di era media sosial, setiap orang bebas berpendapat. Sayangnya, tidak semua siap menerima perbedaan pandangan. Kritik dianggap serangan, diskusi berubah menjadi permusuhan.
Sindrom Tak Mau Dibantah mengingatkan kita bahwa kedewasaan berpikir justru tampak ketika seseorang mampu menerima kritik dengan lapang dada.
Membaca lima belas neologisme tersebut membuat Omjay semakin yakin bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah alat berpikir. Ketika seseorang mampu menciptakan istilah baru yang relevan dengan realitas sosial, ia sesungguhnya sedang memperkaya khazanah intelektual masyarakat.
Sebagai guru, Omjay merasa terinspirasi. Mengapa siswa hanya diajak menghafal istilah yang sudah ada? Mengapa tidak dilatih menciptakan istilah baru berdasarkan fenomena yang mereka amati? Dari sanalah kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian berargumentasi dapat tumbuh.
Mungkin tidak semua neologisme akan masuk ke dalam kamus bahasa Indonesia. Namun sejarah menunjukkan bahwa setiap kata besar selalu lahir dari keberanian seseorang memberi nama pada sesuatu yang sebelumnya belum memiliki nama.
Karena itu, Omjay mengucapkan selamat kepada Opa Jappy yang telah memublikasikan lima belas neologisme. Semoga karya-karya berikutnya terus mengajak masyarakat berpikir lebih kritis, lebih reflektif, dan lebih peduli terhadap persoalan di sekitar kita.
Pada akhirnya, seorang penulis bukan hanya meninggalkan tulisan. Ia juga dapat meninggalkan kosakata baru yang membantu generasi berikutnya memahami zamannya. Dan mungkin, itulah salah satu warisan intelektual paling berharga yang dapat diberikan kepada bangsa.