Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Belajar Menciptakan Neologisme, Ketika Kata Baru Mengubah Cara Kita Memahami Dunia

1 Agustus 2026   12:15 Diperbarui: 1 Agustus 2026   12:15 230 4 2

6. Intelektual Kikir

Omjay sangat tertarik dengan istilah ini. Intelektual Kikir bukan berarti pelit harta, melainkan pelit berbagi ilmu. Padahal hakikat seorang intelektual adalah menyebarkan pengetahuan agar semakin banyak orang bertumbuh bersama.

Sebagai guru, Omjay percaya bahwa ilmu justru semakin berkembang ketika dibagikan.

7. Jurnalisme Daur Ulang

Fenomena media yang hanya menyalin berita dari media lain tanpa riset mendalam menjadi kritik dalam istilah ini. Akibatnya, kualitas informasi menurun dan kreativitas jurnalistik ikut melemah.

8. Liternarsisme atau Literasi Narsisme

Istilah unik yang memadukan literasi dengan narsisme. Di era media sosial, aktivitas membaca dan menulis kadang lebih diarahkan untuk mencari pengakuan dibandingkan memperkaya wawasan.

Pertanyaannya sederhana. Apakah kita menulis untuk berbagi manfaat atau hanya mengejar popularitas?

9. Lukisastra

Neologisme ini menggabungkan seni lukis dan sastra. Sebuah karya visual dapat bercerita layaknya puisi, sementara tulisan dapat menghadirkan keindahan layaknya lukisan.

Omjay membayangkan dunia pendidikan akan semakin menarik apabila siswa diajak menggabungkan kedua bentuk ekspresi tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6