Opa Jappy Lukisastra
Opa Jappy Lukisastra Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Tidak Menulis Artikel tapi Public Service Announcement

1 Agustus 2026   04:07 Diperbarui: 1 Agustus 2026   04:56 245 3 1

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Pro Life Indonesia

Saya Tidak Menulis Artikel tapi Melakukan Kampanye dan Publikasi Public Service Announcement


Fokus 2026

Januari 2026, bersamaan dengan Kampanye Anti Predator Child Grooming, sebagai penggagas, meluncurkan Video-video Edukasi Publik dalam rangka Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak-anak dan Remaja Putri dengan Modus Child Grooming. Video-video, gambar, dan esai sebagai menjawab kebutuhan Teman-teman Aktivis di Daerah; mereka tak perlu mengundang saya (karena terbentur dana), cukup temukan di Kompasiana. Materi Kampanye tersebut bukan untuk mendapat komentar atau label.

Mei 2026, setelah lama di Jurnal Ilmiah, Rekontruksi Esai Digital. Suatu model pendekatan baru pada Sastra Digital. Dalam artian, Esai Digital harus berkualitas tinggi pada voice, music, views, narasi. Diikuti dengan naiknya hits Video dan Esai Digital yang dipublikasikan. Hasilnya, setiap hari selalu berada di Puncak Video Terpopuler. Itu karena kualitas, bukan rekayasa seperti yang dituduhkan.

Juli 2026, Publikasi kata-kata baru atau Neologisme; esainya juga selalu ada di Puncak Video Terpopuler. Untuk sementara cukup; karena telah publikasi 15 Neologisme.


1. Amputasi Komunikasi
2. Denial Politik
3. Distorsi Integritas
4. Klaster Endemi Predator Child Grooming
5. Hermeneutika Politik
6. Intelektual Kikir
7. Jurnalisme Daur Ulang
8. Liternarsisme atau Literasi Narsisme
9. Lukisastra
10. Mayoritas Diam
11. Minoritas Terpinggirkan dan Mayoritas Penentu
12. OdBK, Orang dengan Beban Kebencian
13. Politisi Halunistik dan Halunistik Politik
14. Sindrom Tuli Buta Bisu Empati Kemanusiaan
15. Sindrom Tak Mau Dibantah


Kampanye Anti Predator Child Grooming di Jakarta | Opa Jappy
Kampanye Anti Predator Child Grooming di Jakarta | Opa Jappy

Kembali ke Fokus 2026; agaknya sejumlah kalangan tak bisa membedakan antara "Artikel" dan "Public Service Announcement," sehingga menyamakan "semua" di Kompasiana adalah Artikel. Sehingga "Artikel" itu tanpa Label (misalnya Pilihan atau Artikel Utama), maka termasuk "tak berkualitas. Asumsi itu benar atau salah? Terserah pada diri Anda.

Pastinya, sebaran Public Service Announcement dalam frame Kampanye Anti Predator Child Grooming sangat membantu aktivis Perlindungan Anak di Daerah. Karena data-data Klaster Endemi Predator Child Grooming sudah tersedia yaitu seluruh provinsi di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalteng, Kalsel. Besok publikasi provinsi lainnya (nantinya semua provinsi di Indonesia).

Apakah semua Public Service Announcement tersebut tidak berkualitas dan penting karena tak ada Label dari Admin? Entah! Namun untuk para Aktivis Perlindungan Anak di Daerah, sudah merupakan sumber informasi, data, dan modal untuk kemudahan literasi. Faktanya, sesuai laporan mereka, aktivitas kampanye melalui grup-grup kecil, interaksi, dll berhasil menaikan keberanian Orang Tua atau Keluarga Korban Kejahatan Predator Child Grooming melapor ke Aparat Keamanan.

Public Service Announcement | Opa Jappy
Public Service Announcement | Opa Jappy

Rekontruksi Esai Digital. Suatu model pendekatan baru pada Sastra Digital.  Dalam artian, Esai Digital harus berkualitas tinggi pada voice, music, views, narasi. "Apakah terobosan tersebut tak berkualitas dan tidak bermutu, karena tanpa Label dari Admin Kompasiana!?" Entah ya. Pastinya, Alogaritma Google telah menjawab terobosan tersebut sebagai suatu gagasan baru tingkat global. 

Lalu, harus terpaku dengan asumsi bahwa "tanpa Label," maka tak bermutu, sehingga muncul ejekan di kolom komentar? Sungguh suatu "kegagalan kognisi" yang parah. Mereka tak bisa mengakui kenyataan bahwa "tanpa Label" pun, setiap Video dan Esai Digital yang dipublikasikan. Hasilnya, setiap hari selalu berada di Puncak Video Terpopuler. Itu karena kualitas, bukan rekayasa seperti yang dituduhkan. Bukti bahwa Label tak mempengaruhi pembaca; mereka membaca, melihat, dan menonton video serta Esai Digital tak terpengaruh dengan apapun. 

Tapi, muncul "kelucuan kognisi:" ada penonton Esai Digital (dari Saya) selalu memberi Label "Menghibur." Di mana lucunya? Mungkin ia berpikir, semua Video di Kompasiana adalah musik, lagu, atau komedi; padahal tak seperti itu. Misalnya, Video tentang kekerasan seksual terhadap anak-anak, ia berikan Label "Menghibur;" sungguh kegagalan kognisi yang sangat tragis.

Virus Mematikan | Opa Jappy
Virus Mematikan | Opa Jappy

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2