Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kulit Jeruk Bukan Sampah! Inovasi Pupuk Organik Untuk Mengurangi Limbah Rumah Tangga

31 Juli 2026   08:47 Diperbarui: 31 Juli 2026   08:47 88 8 6


Kulit Jeruk Bukan Sampah! Inovasi Pupuk Organik untuk Mengurangi Limbah Rumah Tangga.


Setiap kali selesai menikmati buah jeruk, kebanyakan dari kita mungkin langsung membuang kulitnya ke tempat sampah. 

Padahal, di balik aroma segarnya, kulit jeruk masih menyimpan banyak manfaat yang sayang jika terbuang begitu saja. 

Salah satunya adalah sebagai bahan baku pupuk organik yang ramah lingkungan dan mudah dibuat di rumah.

Kulit jeruk termasuk limbah organik yang kaya akan unsur hara. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)
Kulit jeruk termasuk limbah organik yang kaya akan unsur hara. (Sumber foto: Jandris_Sky/Gemini)

Kebiasaan membuang limbah organik tanpa pengolahan masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, sampah organik masih mendominasi komposisi sampah rumah tangga. Artinya, jika masyarakat mulai mengolah limbah dapur seperti kulit buah menjadi produk yang bermanfaat, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan.

Kulit jeruk termasuk limbah organik yang kaya akan unsur hara.

Di dalamnya terkandung berbagai mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, serta bahan organik yang dapat membantu memperbaiki kesuburan tanah. Selain itu, kulit jeruk juga mengandung minyak atsiri yang memiliki aroma khas dan dapat membantu mengurangi gangguan beberapa jenis serangga di sekitar tanaman.

Mengolah kulit jeruk menjadi pupuk organik ternyata tidak sulit. Bahkan, siapa pun dapat melakukannya tanpa memerlukan peralatan yang mahal. Cukup kumpulkan kulit jeruk yang sudah tidak digunakan, potong kecil-kecil agar proses penguraian lebih cepat, kemudian masukkan ke dalam wadah tertutup bersama air dan sedikit gula merah atau molase sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme. 

Tambahkan bioaktivator seperti EM4 agar proses fermentasi berlangsung lebih optimal.

Setelah semua bahan tercampur, tutup rapat wadah dan simpan di tempat yang teduh. Selama proses fermentasi, sesekali buka tutup wadah untuk mengeluarkan gas yang terbentuk. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu, cairan hasil fermentasi akan berubah warna menjadi kecokelatan dengan aroma asam segar yang menandakan pupuk organik cair telah siap digunakan.

Sebelum diaplikasikan pada tanaman, pupuk organik cair sebaiknya diencerkan terlebih dahulu dengan air.

Perbandingan yang umum digunakan adalah satu bagian pupuk untuk sepuluh hingga lima belas bagian air. Larutan ini dapat disiramkan ke media tanam atau disemprotkan ke daun agar tanaman memperoleh tambahan nutrisi secara alami.

Keunggulan pupuk organik dari kulit jeruk bukan hanya terletak pada kemudahannya dibuat, tetapi juga karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Penggunaan pupuk organik secara rutin dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, menjaga kelembapan tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan sempit, inovasi ini juga sangat cocok dipadukan dengan kegiatan urban farming.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2