Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Karena fokus di Jurnal Ilmiah, 2025, Terjun Kembali ke Kompasiana, Media Alternatif ini telah banyak berubah. Tampilan, variasi tulisan, fitur/kanal dan lain sebagainya. Dan, mungkin Saya termasuk "yang tersisa" dari antara Penulis Tua di Kompasiana.
Karena ketuaan itu, maka tak bisa berlari cepat mengejar ketertinggalan; dan hanya mampu meningkatkan mutu Estetika Penulisan seturut temuan sendiri yaitu "Melukis dengan Kata-kata." Suatu pendekatan penulisan yang
Karena jika penulis bergantung pada tiga virus itu, maka mematikan kognisi kemanusiaannya.

Selain itu, karena melihat perubahan tren pembaca yang telah bergeser ke Video Pendek dan Tidak Membaca Artikel Panjang, maka perlu melakukan transformasi Estetika Penulisan. Saya pun berhenti menulis Artikel atau meninggalkan "tulisan panjang" seperti waktu-waktu sebelumnya, dan cukup publikasi esai sesuai kebutuhan kegiatan. Sehingga
Januari 2026, bersamaan dengan Kampanye Anti Predator Child Grooming, sebagai penggagas, meluncurkan Video-video Edukasi Publik dalam rangka Anti Kekerasan Seksual terhadap Anak-anak dan Remaja Putri dengan Modus Child Grooming. Video-video, juga gambar dan esai tersebut sebagai menjawab kebutuhan Teman-teman Aktivis di Daerah; mereka tak perlu mengundang saya, cukup temukan di Kompasiana. Materi Kampanye tersebut bukan untuk mendapat komentar atau label.
Mei 2026, Saya Publikasikan, setelah lama di Jurnal Ilmiah, Rekontruksi Esai Digital. Suatu model pendekatan baru pada Sastra Digital. Dalam artian, Esai Digital harus berkualitas tinggi pada voice, music, views, narasi. Diikuti dengan naiknya hits Video dan Esai Digital yang dipublikasikan. Hasilnya, setiap hari selalu berada di Puncak Video Terpopuler. Itu karena kualitas, bukan rekayasa seperti yang dituduhkan.
Juli 2026, Saya mempublikasikan kata-kata baru atau Neologisme; esainya juga selalu ada di Puncak Video Terpopuler
Pertanyaan, "Salahnya di mana?" Semuanya karya di atas, merupakan publikasi terbuka untuk publik, serta tak mengganggu siapapun. Tapi, perhatikan screenshot berikut



Dan masih ada komentar sejenis; yang tak layak dipublikasikan di Kompasiana
Aneh! Tiba-tiba saja ada orang yang menyerang, melakukan penistaan terhadap Esai Neologisme yang Saya Publikasikan. Ini adalah pelanggaran etika yang sangat serius; dan bersifat perbuatan yang tak menyenangkan secara terbuka. Serta bisa berdampak pada tindakan hukum.
Saya tak berburuk sangka; mungkin manusia itu penuh iri dan dengki akibat karya-karya Saya, selalu Terpopuler, tanpa Label dari Admin Kompasiana, itu bukan rekayasa tapi maunya pembaca. Dan, jika mau karya-karya melebihi Saya, buatlah berkualitas bukan mencaci Saya atau melakukan penistaan; penistaan yang lahir dari kebusukan nurani.
Opa Jappy | Lukisastra