Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Belajar Menciptakan Neologisme, Ketika Kata Baru Mengubah Cara Kita Memahami Dunia

1 Agustus 2026   12:15 Diperbarui: 1 Agustus 2026   12:15 230 4 2

10. Mayoritas Diam

Inilah salah satu istilah yang paling sering diperbincangkan. Mayoritas Diam menggambarkan kelompok masyarakat yang sebenarnya jumlahnya besar, tetapi memilih tidak bersuara terhadap berbagai persoalan sosial.

Diam memang hak setiap orang. Namun ketika semua memilih diam, perubahan akan berjalan sangat lambat.

11. Minoritas Terpinggirkan dan Mayoritas Penentu

Neologisme ini mengajak kita memahami dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Mereka yang jumlahnya sedikit sering kali kehilangan ruang, sedangkan kelompok mayoritas menentukan arah kebijakan.

Istilah ini mengingatkan pentingnya keadilan bagi semua pihak.

12. OdBK (Orang dengan Beban Kebencian)

Jika dunia kesehatan mengenal ODGJ atau ODMK, maka OdBK menjadi metafora bagi mereka yang hidup dipenuhi rasa benci. Kebencian yang terus dipelihara akan merusak diri sendiri sekaligus lingkungan sosial.

Menurut Omjay, pendidikan karakter sangat penting agar masyarakat tidak tumbuh menjadi OdBK.

13. Politisi Halunistik dan Halunistik Politik

Neologisme ini menyindir praktik politik yang lebih banyak menjual angan-angan daripada solusi nyata. Janji dibuat setinggi langit, tetapi realisasinya jauh dari harapan masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6