Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Belajar Menciptakan Neologisme, Ketika Kata Baru Mengubah Cara Kita Memahami Dunia

1 Agustus 2026   12:15 Diperbarui: 1 Agustus 2026   12:15 230 4 2

Berikut adalah lima belas neologisme yang telah dipublikasikan.

1. Amputasi Komunikasi

Istilah ini menggambarkan kondisi ketika komunikasi kehilangan fungsi utamanya. Orang berbicara, tetapi tidak saling mendengarkan. Teknologi semakin canggih, namun hubungan antarmanusia justru terasa semakin renggang. Komunikasi seolah diamputasi dari nilai empati.

2. Denial Politik

Neologisme ini mengkritik kecenderungan sebagian aktor politik yang menolak kenyataan meskipun fakta telah terbuka. Yang dipertahankan bukan lagi kebenaran, melainkan kepentingan.

3. Distorsi Integritas

Integritas yang seharusnya menjadi fondasi kepemimpinan mengalami penyimpangan. Nilai kejujuran berubah menjadi pencitraan. Prinsip bergeser menjadi sekadar slogan.

4. Klaster Endemi Predator Child Grooming

Istilah ini mengingatkan masyarakat tentang ancaman kejahatan seksual terhadap anak yang semakin sistematis dan memanfaatkan ruang digital. Neologisme ini menjadi alarm sosial agar masyarakat lebih waspada.

5. Hermeneutika Politik

Dalam dunia politik, fakta sering ditafsirkan berbeda sesuai kepentingan. Hermeneutika Politik menggambarkan bagaimana sebuah peristiwa dapat dimaknai secara beragam sehingga menghasilkan narasi yang saling bertentangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6