Jangan Buang Koran Bekas! Ubah Jadi Produk Kreatif untuk Mendukung SDGs dan Zero Waste
Masih banyak orang yang menganggap koran bekas hanyalah tumpukan kertas yang sudah tidak memiliki nilai.
Padahal, jika sedikit saja menggunakan kreativitas, limbah koran dapat diubah menjadi berbagai produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Di tengah semakin meningkatnya jumlah sampah perkotaan, langkah sederhana seperti memanfaatkan kembali koran bekas menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Data menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, total timbulan sampah di DKI Jakarta mencapai rata-rata 7.500--8.000 ton per hari, atau sekitar 3,2 juta ton per tahun.
Dari jumlah tersebut, limbah kertas dan karton menyumbang sekitar 5%--11,17% dari total sampah. Artinya, setiap hari terdapat sekitar 375--890 ton limbah kertas yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa sampah kertas masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Oleh karena itu, menggunakan kembali koran bekas merupakan langkah yang lebih bijak dibandingkan langsung membuangnya.
Konsep Zero Waste mengajarkan bahwa barang yang masih memiliki potensi pakai sebaiknya dimanfaatkan kembali sebelum menjadi sampah. Prinsip ini dikenal dengan Reduce, Reuse, Recycle, bahkan kini berkembang menjadi Refuse dan Repair.
Koran bekas termasuk salah satu material yang sangat mudah diterapkan dalam konsep tersebut karena mudah dibentuk, dilipat, digulung, maupun dianyam menjadi produk baru.

Banyak ide kreatif yang bisa dibuat dari limbah koran.