Setiap Ramadan tiba, Pasar Takjil depan Pasar Lanang Ambarawa menjadi jujugan orang mencari kudapan untuk berbuka puasa.
Sore ini saya bersama suami dan si kecil Zeline berburu takjil. Kira-kira pukul 17.00 kami bertiga sudah sampai di tempat. Cuaca hari ini cerah dibandingkan dengan hari-hari lalu yang selalu diguyur hujan. Tak dipungkiri sepanjang perjalanan sangat ramai.
Setelah memarkir kendaraan, kami langsung menuju pasar takjil. Sore tadi benar-benar ramai. Setiap penjual dikerumuni pembeli. Segera saya menyirir dari selatan ke utara. Aneka jajan dijual. Di sudut selatan ada lontong sate, sebelahnya gorengan tahu, tempe. Di lapak tengah ada penjual sayur dengan berbagai jenis. Ada pepes, oseng tempe, ayam goreng dll. Orang yang tidak sempat masak, tinggal beli. Biasanya kalau agak siang ada urap sayuran. Sebenarnya saya ingin beli ini. Namun, sudah habis.
Selanjutnya saya berjalan ke utara. Aneka jajan tradisional ditata apik yang menggoda hati untuk dibeli. Ada bolu kukus, nagasari, ketan klepon, putu ayu dll. Hemm ingin membeli banyak tetapi takut gak dimakan. Akhirnya saya cuma beli kue putu mayang dan klepon.
Yang membuat saya agak tercengang saat sampai di penjual gorengan satunya. Sampai antre untuk bisa membeli. Memang gorengan yang dijual di sini lebih enak dibanding yang lain. Akhirnya tergoda deh untuk beli gorengan. Namun, saya hanya beli secukupnya. Saya pun ikut antre.
Masih banyak anek takjil. Ada bubur kacang hijau, es dawet, sup buah, bakso, siomay dan jajan lainnya. Saya hanya beli dua jenis saja. Selanjutnya saya pun pulang.
Sepatu Ramadan menjadikan perekonomian meningkat. Semoga saja para penjual mendapatkan rejeki yang berkah. Dengan adanya pasar takjil, masyarakat terbantu. Masyarakat senang, penjual juga senang. Semoga ibadah puasa kita mendapat keberkahan dan ridha-Nya. Aamiin
Selamat menjalankan ibadah puasa para kompasiner. Salam sehat dan bahagia..
@ceritaramadan5
@semarak takjil
@15 Maret 2024
@kompasian