Info Jatim
Info Jatim Freelancer

Zuliatin adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan besar pada dunia menulis dan informasi publik. Di tengah aktivitas sehari-hari, saya menemukan ruang untuk berkarya melalui tulisan, terutama dengan mengangkat berbagai cerita dan potensi yang ada di sekitar masyarakat. Saya senang menulis tentang pertanian, UMKM, potensi desa, kebijakan pemerintah, serta isu lingkungan. Bagi saya, setiap desa memiliki cerita dan potensi yang layak dikenal. Petani, pelaku UMKM, masyarakat desa, hingga berbagai program pemerintah memiliki sisi menarik yang perlu disampaikan kepada publik secara informatif dan berimbang. Melalui tulisan di Kompasiana, saya ingin ikut membuka ruang bagi masyarakat untuk berbagi informasi, memperkenalkan potensi daerah, mengangkat persoalan di lingkungan sekitar, sekaligus memberikan apresiasi kepada mereka yang terus berkarya dan membangun daerahnya. Saya percaya, menulis bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang merekam kehidupan, mengangkat suara masyarakat, dan membuka mata terhadap potensi yang sering kali luput dari perhatian. Menulis dari sekitar, mengangkat potensi negeri

Selanjutnya

Tutup

Video

Semeru Bukan Sekadar Pemandangan, Empat Letusan Jadi Pengingat

9 September 2026   12:41 Diperbarui: 9 September 2026   13:42 178 0 0


Video: Pilbux edveenture/YouTube, "Apa Kabar Semeru? Momen Langka! 4 Letusan Terekam dalam Satu Penerbangan", 7 September 2026.

Lumajang --- Dari udara, Gunung Semeru terlihat begitu berbeda. Bentang lereng, kepulan material vulkanik, dan aktivitas letusan membentuk pemandangan yang sekaligus indah dan menggetarkan.

Sebuah video Pilbux edveenture Jawa Timur yang dipublikasikan pada 7 September 2026 memperlihatkan momen langka: empat letusan Gunung Semeru terekam dalam satu penerbangan. Visual tersebut memberikan perspektif berbeda tentang gunung api yang selama ini lebih sering dilihat dari kawasan permukiman atau kaki gunung.


Namun, ada hal yang lebih penting daripada sekadar spektakulernya gambar.

Semeru adalah gunung api aktif yang harus dipandang dengan kewaspadaan.

Rekaman dari udara memang menarik perhatian. Akan tetapi, banyaknya letusan yang terlihat dalam sebuah video tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah kondisi gunung sedang memburuk atau tidak. Penilaian aktivitas gunung api tetap harus mengacu pada pemantauan dan rekomendasi lembaga berwenang.

Pada 7 September 2026, aktivitas Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Data yang dikutip dari laporan aktivitas vulkanik menunjukkan adanya puluhan gempa letusan dalam periode pengamatan. 

Kondisi tersebut membuat keindahan Semeru dari udara memiliki makna lain.

Ketika keindahan bertemu dengan risiko

Bagi sebagian orang, Semeru adalah ikon wisata alam Jawa Timur. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, gunung tersebut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ada lahan pertanian, sungai, permukiman, aktivitas ekonomi hingga jalur wisata yang berada dalam bentang alam yang sama.

Karena itu, setiap aktivitas vulkanik Semeru seharusnya tidak hanya dilihat sebagai tontonan visual.

Pada erupsi 6 September 2026, misalnya, kolom letusan Semeru teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Saat itu status gunung juga masih Level III atau Siaga.

Yang menjadi perhatian bukan hanya material yang keluar dari kawah, tetapi juga potensi bahaya turunannya.

PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta menjauhi sempadan sungai karena terdapat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar. 

Video dari udara menjadi pengingat

Di sinilah video empat letusan tersebut menjadi menarik untuk dibaca lebih jauh.

Kamera dari udara memperlihatkan sesuatu yang mungkin sulit disaksikan secara langsung dari bawah. Tetapi gambar yang spektakuler jangan sampai membuat masyarakat lupa bahwa di baliknya terdapat proses alam yang memiliki risiko.

Video dapat menjadi sarana edukasi jika penonton tidak berhenti pada kekaguman visual.

Justru dari rekaman tersebut, masyarakat bisa kembali diingatkan tentang pentingnya memahami zona bahaya, mengikuti informasi resmi dan tidak mendekati kawasan terlarang hanya demi mendapatkan gambar erupsi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2