Guru di Kota Bekasi yang tertarik menulis di Kompasiana. Penulis reflektif, dan pengamat kehidupan sosial sehari-hari. Menulis bagi saya adalah cara merekam jejak, menjaga kenangan, sekaligus mengolah ulang pengalaman menjadi gagasan yang lebih jernih. Saya tumbuh dari kisah pasar tradisional, sawah, dan gunung yang menjadi latar masa kecil di Cisalak-Subang. Kini, keseharian sebagai guru membuat saya dekat dengan cerita murid, dunia pendidikan, serta perubahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Di Kompasiana, saya banyak menulis tentang: pendidikan yang manusiawi, dinamika sosial budaya, kenangan kecil yang membentuk cara pandang, serta fenomena keseharian seperti kafe, pasar, hujan, dan keluarga. Saya punya prinsip tulisan yang baik bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mengajak pembaca berhenti sejenak untuk merenung, tersenyum, atau tergerak untuk berubah.

Bekasi, Jum'at 08 Maret 2024
Suara lembut angin melintas, membelai belukar yang tenang. Di sinilah, di tengah keramaian dunia kota, ditemukan keindahan sederhana yang tersembunyi di antara rumput liar dan ilalang yang bergoyang. Mari kita jelajahi area ini, tempat alam dengan koreografi indahnya.
Seiring siang menjelang, angin mulai berbisik di antara belukar. Rumput liar menari dalam irama alam, menciptakan simfoni yang hanya bisa kita dengar di tempat ini. Dalam sentuhan angin yang lembut, kita merasakan kehadiran kehidupan di setiap helai daun.

Video dokumentasi ini adalah undangan untuk menjaga kelestarian alam. Setiap rerumputan, setiap ilalang, memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Melalui kepedulian kita pada lingkungan, kita dapat memastikan bahwa keindahan semak belukar ini akan terus menginspirasi generasi mendatang.
Mari kita bersama-sama menjaga kehidupan di balik semak belukar, menjaga keberlanjutan keindahan ini, agar angin kencang dan suara alam ini tetap menjadi bagian dari kisah alam yang tak terlupakan.

by Gushend.