Pada dasarnya full time blogger, kadang jadi editor naskah, suka buku, serta hobi blusukan ke tempat heritage dan unik.
Ketika PPJ alias pura-pura jogging, saya banyak menjumpai hal menarik. Terlebih pemilihan rute PPJ-nya cenderung blusukan ke area-area yang nyaris tak terjamah wisatawan.
Para wisatawan di Kota Jogja pada umumnya memang tak pernah mengeksplorasi wilayah "pedalaman" kota. Maklumlah, ya. Selain takut tersesat memang ada keterbatasan waktu. Jika tinggal sebentar saja di Jogja, mana mungkin kepikiran jalan-jalan dengan tujuan random? Sementara yang sudah ber-KTP Kota Jogja pun banyak yang belum begitu paham wilayah tempat tinggalnya sendiri.
Nah! Salah satu hal menarik yang saya temukan manakala pura-pura jogging adalah tulisan-tulisan. Ada yang berupa informasi nama jalan/gang, peringatan hati-hati di jalan, pelarangan tidak boleh buang sampah, papan tulisan nama usaha, dan informasi Sultan Ground.

Setelah membaca tulisan ini, sampai di sini Anda bisa jadi merutuki diri sendiri: Mengapa ketika ke Jogja dulu aku tidak blusukan begini? Tidak tahu kalau selain Malioboro, Titik Nol, dan kraton ada yang semenarik ini di tengah kota?
Namun, tak usah khawatir. Kali ini saya berbagi video singkat hasil PPJ tempo hari. Spesial rute Kota Jogja bagian selatan. Jadi, Anda bisa ikutan sedikit mengintip hasil wisata tulisan saya beberapa waktu lalu. Lain kali siapa tahu kembali berkunjung ke Jogja, kemudian punya waktu untuk berwisata tulisan seperti ini juga.
Begitulah adanya. Sesuatu yang kerap terabaikan ternyata bisa menjadi sesuatu yang amat menarik ketika kita amati dari sudut pandang yang berbeda daripada biasanya. Kalau istilah zaman sekarang, beda POV akan menghasilkan kesan yang berbeda pula. Hmm. Bagaimana kalu menurut Anda? Sepakat or not?
Salam.