#Menulis sebagai alternatif penyaluran minat bakat, berbuat baik, dan ibadah#
Informasi yang diterima hendaknya diuji sebagai bentuk tanggung jawab epistimologi, dilarang berucap, bertindak atau menyakini sesuatu berdasarkan prasangka atau informasi yang tidak valid. ini artinya informasi harus melewati pikiran yang rasional dan melewati kejernihan hati, agar tidak terjebak mudah gampang percaya, menelan informasi mentah mentah, karena sikap ini mendegradasi fungsi akal yang dapat mereorientasikan informasi yang di jalur jalur provakatif, tendensius mengesampingkan fungsi fungsi perjernihan hati, sebagai bagian penting dalamendalilkan kebenaran.