Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah

Selasa, 14 Juli 2026 - Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, siswa baru SMP Kanisius Gayam (tempat anak saya sekolah) maupun SMK Karya Rini (tempat saya berbagi ilmu) semakin mendekatkan diri pada budaya, aturan, dan nilai yang dijunjung tinggi oleh masing-masing sekolah. Jika hari pertama menjadi momen perkenalan lingkungan, hari ini keduanya menyajikan materi yang menyentuh aspek sikap, keselamatan, hingga tanggung jawab sosial, bekal penting agar siswa siap melangkah dengan mantap di jenjang pendidikan yang baru.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi di halaman sekolah untuk membiasakan kedisiplinan dan kebersamaan, berakhir pukul 12.30 WIB. Sesuai dengan surat yang diberikan, adapun kegiatan hari kedua antara lain:
Pertama, Mengenal Wawasan Wiyata Mandala. Filosofi ini mengajak siswa memahami bahwa sekolah, guru, teman, dan lingkungan sekitar adalah satu kesatuan yang saling mendukung proses belajar. Mengapa penting? Pemahaman ini membuat siswa tidak hanya hadir untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga menghargai, menjaga, dan ikut serta menjadikan lingkungan sekolah sebagai ruang tumbuh yang nyaman bagi semua.
Kedua, Merajut Komitmen Bersama Kelas. Bersama wali kelas, siswa menyusun kesepakatan aturan, harapan, dan tujuan yang ingin dicapai selama satu tahun ke depan. Mengapa penting? Aturan yang disepakati bersama menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab setiap siswa. Hal ini menjadi dasar terbentuknya suasana kelas yang saling mendukung, aman, dan bebas dari ketidaknyamanan.
Suasana MPLS Hari Kedua di SMP Kanisius Gayam Yogyakarta - Video kirim SMP Gayam
Ketiga, Waspada di Jalan dan Lingkungan. Penyuluhan dari pihak POLSEK Gondokusuman mengajarkan cara berperilaku aman di jalan raya, mengenali potensi bahaya, serta melindungi diri dari risiko kejahatan. Mengapa penting? Seiring siswa mulai bergerak mandiri ke sekolah dan pulang, pengetahuan ini menjadi bekal nyata agar mereka bisa beraktivitas dengan tenang dan waspada di mana pun berada.
Keempat, Menanam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Siswa diperkenalkan pada tujuh sikap positif mulai dari beriman, mandiri, kreatif, hingga peduli sesama dan lingkungan. Mengapa penting? Kebiasaan yang dibentuk sejak awal masa SMP akan menjadi karakter yang melekat seumur hidup, membentuk mereka menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan bermanfaat bagi orang lain.

Kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 14.00 WIB dengan rangkaian materi yang disesuaikan untuk jenjang kejuruan.
Pertama, Memulai Hari dengan Semangat Sehat. Apel pagi dan senam Anak Indonesia Hebat menjadi pembuka yang menyegarkan tubuh serta membangun semangat positif sebelum masuk ke materi. Mengapa penting? Kesiapan fisik dan mental adalah kunci utama agar siswa mampu mengikuti pembelajaran kejuruan yang padat dan menuntut keterampilan dengan baik.
Kedua, Memahami Tata Tertib dan Identitas Sekolah. Sosialisasi tata tertib, hak dan kewajiban, serta aturan penggunaan seragam disampaikan secara jelas kepada seluruh siswa baru. Mengapa penting? Tata tertib menjamin ketertiban dan keadilan bagi seluruh warga sekolah. Pemahaman yang baik sejak awal membantu siswa beradaptasi cepat dan menghindari kesalahan yang tidak perlu.
Suasana MPLS Hari Kedua di SMK Karya Rini Sleman - Kompilasi Pribadi
Ketiga, Menumbuhkan Etika dan Sopan Santun. Materi ini membahas cara berkomunikasi, bersikap, dan menghargai orang lain di lingkungan sekolah maupun di luarnya. Mengapa penting? Di dunia kerja nanti, kemampuan bersikap santun dan beretika setara dengan keahlian teknis. Hal ini juga menjadi cerminan identitas diri dan nama baik sekolah.

Keempat, Menghargai Perbedaan dan Menolak Perpecahan. Bersama narasumber dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, siswa diajak mengenali bahaya intoleransi dan radikalisme, serta mempererat kebersamaan melalui permainan pemecah kebekuan. Mengapa penting? Siswa berasal dari berbagai latar belakang yang beragam. Kemampuan menghargai perbedaan menjaga kerukunan dan melindungi mereka dari pengaruh buruk yang dapat merusak masa depan.
Kelima, Jujur dan Bijak Mengelola Keuangan. Penyampaian budaya anti korupsi dan literasi keuangan didampingi langsung oleh perwakilan BNI KC UKDW. Mengapa penting? Kejujuran adalah modal utama kepercayaan di dunia kerja, sedangkan kemampuan mengelola keuangan membantu siswa merencanakan masa depan dengan matang dan menghindari kesalahan finansial.
Suasana MPLS Hari Kedua di SMK Karya Rini - Video oleh Ibu Rohmah
Pesan yang Sama, Langkah yang Berbeda
Keduanya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik semata, melainkan dari kekuatan karakter, kesiapan menjaga keselamatan diri dan orang lain, serta wawasan yang luas untuk berkontribusi bagi bangsa.
Meskipun materi disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing, hari kedua MPLS di kedua sekolah memiliki tujuan yang sama: menyiapkan siswa bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga karakter yang kuat, kesadaran akan keselamatan, serta wawasan luas.
Pondasi inilah yang akan memandu mereka melewati masa sekolah dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan.