Alfred Benediktus
Alfred Benediktus Editor

Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dari Juz ke Jejak: Menempa Semangat dan Melayani dengan Hati

25 Juli 2026   20:00 Diperbarui: 25 Juli 2026   21:55 148 3 0

Dari Juz ke Jejak: Menempa Semangat dan Melayani dengan Hati

 

(Ibu Dr. Wiwik Indriyani, SPd., MSi, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY, dokpri)
(Ibu Dr. Wiwik Indriyani, SPd., MSi, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY, dokpri)

Jumat, 24 Juli 2026 menjadi hari yang tak sekadar mencatat waktu bagi keluarga besar SMK Kesehatan Binatama. Di tengah riuhnya jadwal pembelajaran, praktik laboratorium, dan persiapan kompetensi, segenap guru dan karyawan berkumpul bukan untuk mengejar target administrasi, melainkan untuk berhenti sejenak, merenung, dan mengisi kembali kekuatan jiwa. Sebuah tradisi rutin sebulan sekali, Khataman Al-Qur'an, menjadi awal yang indah, mengingatkan kita bahwa di balik segala kesibukan, ketenangan rohani adalah fondasi yang tak boleh runtuh.

Para guru SMK KESEHATAN BINATAMA melakukan Khtaman Al-Quran rutin sekali dalam sebulan, mengisi kekuatan rohani - video oleh SMK Kesehatan Binatama

Setelah suasana penuh berkah itu usai, rangkaian kegiatan berlanjut dengan semangat baru: peningkatan kapasitas diri yang menyatukan nilai luhur dengan kinerja nyata. Hadir di tengah kami, Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan DIY, membawa pesan yang telah beliau sebarkan ke berbagai penjuru negeri: tentang Growth Mindset dan Excellent Service sebagai napas kehidupan pendidikan kejuruan, khususnya di bidang kesehatan.

Ibu Wiwik mengajak kita menyadari perbedaan mendasar yang sering tak sadar kita pelihara. Ada pola pikir yang menganggap kemampuan sudah tertulis, takut salah, menghindari tantangan, dan memandang kritik sebagai serangan. Itulah Fixed Mindset yang perlahan mengurung kita dalam rutinitas. 

Namun, ada jalan lain: Growth Mindset yang meyakini setiap ilmu dan sifat senantiasa bisa diasah. Kegagalan bukan akhir, melainkan bab belajar; tantangan adalah pintu kemajuan; masukan adalah jembatan untuk menjadi lebih baik. Kita diajak keluar dari "zona nyaman yang tak berarti" menuju ruang penuh kemungkinan, berani berinovasi demi siswa yang kita bimbing.

Pola pikir berkembang itu harus mewujud menjadi pelayanan nyata. Dan pelayanan itu bukan sekadar aturan, melainkan cermin jiwa yang kita tanam dalam setiap langkah. Kita mulai dengan sikap yang ramah, tulus, dan penuh empati kepada siapa pun yang kita temui, karena sikap yang baik adalah surat pengantar kepercayaan yang tak ternilai harganya. 

(sebagian guru nampak antusias berproses bersama Ibu Wiwik, dokpri)
(sebagian guru nampak antusias berproses bersama Ibu Wiwik, dokpri)

Kita memberikan perhatian utuh, benar-benar mendengar dan memahami apa yang dibutuhkan, agar setiap orang merasa dihargai dan hadir sepenuhnya dalam setiap interaksi. Kita pun bergerak cepat dan tepat serta mencari solusi, bukan sekadar memberi alasan, karena pelayanan prima diukur dari hasil yang diberikan, bukan janji yang diucapkan.

Namun, semata-mata niat baik belum cukup. Kita harus menjaga kompetensi diri tetap tinggi, layaknya tenaga profesional yang kita persiapkan untuk dunia medis, agar ilmu dan keterampilan yang kita miliki senantiasa layak menjadi teladan. Dan di atas segalanya, kita memegang teguh tanggung jawab dan integritas tanpa tawar-menawar, sebagai bukti bahwa amanah yang dipercayakan kepada kita dijaga dengan sepenuh hati. 

Bagi guru dan karyawan SMK Kesehatan, peningkatan kapasitas dengan cara ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah kebutuhan agar kita tak hanya mengajar keterampilan, tapi menghidupkan nilai yang kelak akan ditiru siswa saat mereka mengabdi pada nyawa orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3