Alif Putra Lestari
Alif Putra Lestari Dosen

Suka jalan-jalan, main bola, dan ngopi.

Selanjutnya

Tutup

Video

Kreasi Bioplastik dari Tepung Singkong

7 Oktober 2026   14:31 Diperbarui: 7 Oktober 2026   14:31 177 10 5

Di tengah meningkatnya krisis pencemaran lingkungan akibat limbah plastik sintetis yang sulit terurai, kreativitas dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan. Hal inilah yang dibuktikan oleh sekelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Jember (UNEJ) dalam mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup. Melalui kerja kelompok yang kolaboratif, mereka berhasil menciptakan sebuah inovasi ramah lingkungan berupa bioplastik berbahan dasar tepung singkong.


Pemilihan bahan dasar tepung singkong bukanlah tanpa alasan. Sebagai salah satu komoditas pertanian yang melimpah di Indonesia, singkong memiliki kandungan pati yang tinggi, yang sangat potensial untuk diolah menjadi polimer alami pengganti plastik konvensional. Dalam proses pembuatannya, mahasiswa melakukan serangkaian eksperimen mulai dari pencampuran tepung singkong dengan bahan penunjang seperti gliserol (sebagai plasticizer) dan cuka, hingga proses pemanasan dan pencetakan. Kerja sama tim yang solid sangat terlihat ketika mereka harus menakar komposisi bahan secara presisi agar menghasilkan lembaran bioplastik yang elastis, kuat, dan cepat terurai di dalam tanah.

Potret hasil bioplastik dari tepung singkong (dokumentasi pribadi)
Potret hasil bioplastik dari tepung singkong (dokumentasi pribadi)

Proyek kelompok ini tidak hanya sekadar memenuhi tugas akademik, tetapi juga menjadi wujud nyata pengamalan teori ekologi dan pelestarian alam yang mereka pelajari di bangku kuliah. Mahasiswa menyadari bahwa geografi tidak hanya mempelajari spasial dan bentuk muka bumi, tetapi juga dinamika interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya. Dengan menciptakan bioplastik dari tepung singkong, mereka turut berkontribusi dalam mengampanyekan gaya hidup minim sampah (zero waste) serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik berbasis minyak bumi yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai.

Keberhasilan inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi civitas akademika lainnya untuk terus mengembangkan riset terapan yang berwawasan lingkungan. Lebih dari itu, produk bioplastik karya mahasiswa Pendidikan Geografi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam skala yang lebih luas, sehingga kelak dapat diaplikasikan secara nyata di tengah masyarakat demi mewujudkan masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari.