
Setelah lebih kurang dua jam menikmati keindahan dan keheningan Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, dengan sepeda motor kami menuju Pantai Congot. Lewat jalan desa, jaraknya hanya sekitar 750m ke arah timur.
Pantai Congot berada tepat di ujung barat landasan pacu Yogyakarta Internasional Airport - YIA yang panjangnya 3,250 km atau 4 km termasuk pagar keamanan bandara.
Pantai Congot segaris lurus dengan Pantai Glagah Indah sejauh 4 km dan sejajar dengan landasan pacu YIA. Jarak pagar terluar YIA dengan garis pantai hanya sekitar 100-150 m saja. Inilah keunikannya.



Di beberapa titik garis pantai, dibangun semacam dermaga yang dikelilingi oleh waterbreaker atau pemecah gelombang yang bisa menahan abrasi. Sehingga bandara YIA tetap aman dari gempuran gelombang besar laut selatan.
Bangunan semacam dermaga ini menjadi spot foto yang sangat menarik. Hanya saja bila terlalu dekat di bagian selatan dan pinggir dermaga akan menjadi sasaran tampias hempasan deburan ombak.

Di ujung paling timur landasan pacu dan Pantai Glagah Indah ada muara sungai Serang yang tenang dan sejuk. Ketenangan muara nyaris tanpa gelombang ini karena terlindungi oleh waterbreaker sepanjang 360 meter, hutan pandan, dan cemara udang.
Masyarakat dan komunitas pengelola wisata memberi nama Laguna Glagah Barat.
Wisatawan yang ingin menikmati ketenangan laguna ini bisa menyewa perahu seharga 120 ribu untuk dua kali putaran selama sekitar 20 menit. Satu perahu bisa membawa 12 orang. Artinya bila naik perorangan harga karcis 10 ribu.

Selesai menikmati alam sepanjang Pantai Glagah Indah, Pantai Congot, dan melihat mendarat dan terbangnya pesawat, para wisatawan bisa istirahat sambil menikmati aneka menu sea food yang banyak disediakan rumah makan di tempat tersebut.