Video Pilihan

Jelajah Hutan di Bukit Guwosari, Bantul Yogyakarta

23 Mei 2026   07:15 Diperbarui: 23 Mei 2026   07:31 115 6 1

Matahari terbenam di Bukit Guwosari. (Dokumen pribadi)
Matahari terbenam di Bukit Guwosari. (Dokumen pribadi)

Guwosari merupakan daerah perbukitan kapur karst di bagian barat Bantul. Bukit sepanjang sekitar 4,5 km jika dihitung dari wilayah selatan di Jl. Guwosari hingga bagian utara di Jl. Bibis. Lebarnya jika dihitung dari timur di Jl. Selarong hingga barat di Dukuh Krebet sekitar 3,5 km. Wilayah ini merupakan hutan rakyat dengan aneka pepohonan, seperti: jati, sengon, kaliandra, mahoni, sawo, asam Jawa, kelapa, randu, dan waru alas.  


Keadaan yang masih begitu alami membuat wilayah ini masih menjadi habitat binatang liar, seperti biawak, ayam hutan, ular, dan aneka burung termasuk raja udang.
Beberapa kali penulis jelajah tempat ini baik jalan kaki, gowes, maupun bersepeda motor. Saat jelajah di sana sering melihat adanya landak dan burung wulung hitam yang kemungkinan jenis bido.

Rambu larangan berburu hewan liar di Guwosari (dokumen pribadi)
Rambu larangan berburu hewan liar di Guwosari (dokumen pribadi)

Sekali pun wilayah ini sudah banyak komplek perumahan baru dan pedukuhan tradisional namun masih jarang penduduknya.

Sebagian wilayah timur terutama bagian tengah yang ada di Jl. Selarong dan Dusun Watu Gedug telah dibeli Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk dijadikan Kampus II.

Dokumen pribadi 
Dokumen pribadi 

Ada lahan penduduk yang dibeli termasuk bangunan rumahnya. Rumah-rumah ini kemudian ditinggal begitu saja dalam keadaan utuh yang lama-kelamaan menjadi keropos dan ambruk atapnya. Hal ini menjadi pemandangan sedikit berbeda yang menarik.

Rumah-rumah yang telah ditinggal penghuninya. (Dokumen pribadi)
Rumah-rumah yang telah ditinggal penghuninya. (Dokumen pribadi)

Bagi mereka yang suka tantangan, hutan ini bisa menjadi jalur penjelajahan dengan jalan kaki, sepeda gunung, atau sepeda motor. Khusus untuk sepeda motor sebaiknya bukan jenis matic karena jalurnya masih berupa jalan makadam dengan turunan dan tanjakan yang cukup curam. Bila mengalami gangguan maka sulit bahkan mustahil untuk segera mendapat bantuan.
Jalan antar pedukuhan dan komplek perumahan berupa jalan aspal dan beton selebar 3-4m. Cukup lebar hanya saja masih sedikit penerangan jalan umum atau PJU sehingga perlu kewaspadaan saat melintas pada suasana remang dan gelap.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2