
Salah satu pantai yang sangat unik di antara puluhan pantai di Pacitan adalah Pantai Pidakan.
Pantai Pidakan berada 29 km sebelah timur sebelum Pantai Teleng Ria dan Pantai Pancer Door di Teluk Pacitan. Atau 50 km sebelum Pantai Klayar di bagian barat Pacitan.
Seperti halnya pantai di selatan Jawa dengan gelombangnya yang tinggi dan deras demikian juga Pantai Pidakan yang sebenarnya cukup landai.
Deras dan besarnya gelombang maka para pelancong tidak diperkenankan berenang di tepi laut. Selain itu sejak 2024 sepanjang 400m tepian pantai dibangun talud atau tembok penahan gelombang untuk mencegah abrasi.
Ada dua keunikan Pantai Pidakan yang membedakan pantai ini dengan pantai-pantai di selatan Pulau Jawa yang dipenuhi pohon cemara udang, ketapang dan sengon, dan bakau. Sepanjang pesisir Pantai Pidakan dipenuhi pohon-pohon kelapa.

Suasana seperti ini mengingatkan pada lagu kebangsaan karangan Ismail Marzuki yang berjudul Rayuan Pulau Kelapa. Lagu ini dulu sering diputar Radio Republik Indonesia-RRI sebagai instrumen penutup siaran.
Keunikan kedua, tepian pantainya dipenuhi bebatuan keras dengan enam warna yang berbeda: putih, putih pucat, hitam, abu-abu, coklat, dan hijau semu.

Para pengunjung dilarang mengambil bebatuan ini demi kelestarian alam.
Menurut penjelasan salah satu penjaga, bebatuan ini terbentuk dari proses vulkanik yang terbentuk ribuan tahun silam. Bebatuan dari proses vulkanik ini terutama yang berwarna hitam, abu-abu, dan kecoklatan.

Pacitan memang berada di wilayah vulkanik pegunungan yang membentang seakan menjadi pagar gunung. Ini terlihat jelas saat berada di tengah kota Pacitan.
Ada juga bebatuan yang terbentuk karena proses pecahnya karang yang dihantam gelombang dalam waktu yang lama. Terutama bebatuan yang berwarna putih.
Ketika deburan gelombang yang memukul bebatuan tepi pantai kembali ke laut akan menghasilkan suara gemertak bebatuan yang saling bergesekan atau berbenturan.

Suara yang keras namun lembut ini cukup membuai menenangkan hati dan pikiran membuat diri terasa ingin berlama-lama di sini.
Harga karcis masuk hanya 10 ribu per orang dan parkir motor 2 ribu serta 3 ribu untuk mobil membuat Pantai Pidakan sebagai ekowisata yang layak dikunjungi.
Jalur masuk dan keluar yang berbeda dengan turunan dan tanjakan serta berkelok merupakan tantangan tersendiri yang sangat menarik bagi pengunjung.

Sebagai daerah tujuan wisata yang menghasilkan kelapa maka bagi pelancong yang haus setelah perjalanan panjang tentu sangat mudah membeli degan dengan harga terjangkau.
Jika lapar juga banyak lapak-lapak sederhana yang menyediakan aneka masakan tradisional dan makanan minuman kemasan.