
Hingga tahun 70an jagung masih merupakan salah satu sumber karbohidrat yang menjadi makanan pokok masyarakat. Kampanye penanaman padi secara masif dan beras lebih enak, lama kelamaan jagung mulai ditinggalkan sebagai makanan pokok. Seperti halnya ubi jalar.
Mahalnya harga beras, membuat sebagian masyarakat masih mengonsumsi jagung sebagai makanan pokok. Baik dicampur dengan beras ataupun murni jagung tumbukan. Anehnya ada yang malu menyebut jagung lalu menyebut gandum.

Jagung bisa juga menjadi cemilan bagi petani saat istirahat mengerjakan sawah dan ladang. Entah direbus atau dibakar.
Sejak awal 2010, jagung kembali menjadi makanan favorit terutama di perdesaan dan mereka yang ingin menurunkan kadar gula darah.

Ada dua jenis jagung tumbuk atau giling sebagai makanan pokok, yakni beras jagung dan empog.
Beras jagung terbuat dari jagung yang ditumbuk atau digiling hingga hancur seukuran biji beras. Empog terbuat dari jagung yang ditumbuk atau digiling hingga cukup halus seukuran 0,5 - 1,5 mm. Jadi lebih lembut. Tapi tidak selembut tepung jagung yang disebut maizena.
Beras jagung dan empog bisa juga ditanak bersamaan dengan beras. Tergantung selera.

Empog yang lebih lembut bisa juga untuk diolah menjadi jenang jagung yang rasanya manis gurih.