
Berwisata ke Yogyakarta dalam 2-3 hari bukanlah waktu yang cukup untuk menikmati keistimewaannya. Paling tidak memerlukan waktu satu minggu barulah tuntas mengenal Yogya. Itupun bukan hanya 2-3 kali kunjungan sebab Yogya akan membuat setiap orang yang berkunjung menjadi kangen untuk datang kembali. Lima-enam kali kunjungan akan mengenal Yogya sepenuhnya.

Untuk itulah Pemda DIY mengadakan even Pasar Kangen di sekeliling halaman Taman Budaya Yogyakarta pada sore hingga malam hari. Even bernuansa budaya dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan perputaran ekonomi skala mikro dan kecil yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Dekorasi lapak-lapak bambu tanpa sekat dan para pelaku ekonomi serta seniman dengan busana nJawani menggambarkan suasana tradisional sebelum tahun 80 yang kini sudah sulit dijumpai lagi.
Inilah yang membuat para wisatawan yang datang dan menonton Pasar Kangen semakin terpesona pada Yogya. Terlebih lagi kangen pada suasana tradisional di daerahnya yang juga telah tergerus jaman.

Pertunjukan tari, musik, dan wayang kulit oleh para seniman dan pelaku seni semakin mengenalkan eksistensi Yogyakarta yang selalu membuat kangen para wisatawan.
Seperti kata seorang penyanyi dari grup musik Lentera Hati yang diakhir penampilannya kemarin sore: Yogyakarta untuk Indonesia.

Berkeliling dan menikmati keunikan Pasar Kangen paling tidak menghabiskan waktu hanya satu jam. Akan lebih puas jika sambil duduk-duduk di depan panggung melihat penampilan para seniman sambil menikmati aneka makanan jadul.

Capai berkeliling bisa disegarkan dengan minuman jamu tradisional yang dijual dengan harga yang lumayan. Masih kurang lega? Pijet juga bisa.
