bianca queena
bianca queena Pelajar Sekolah

Pelajar SMKN 1 Kota Serang yang memiliki minat dalam seni, budaya, perfilman, dan musik.

Selanjutnya

Tutup

Video

Bedah Script hingga Editing, Peserta Pelajari Proses Produksi Film

8 Oktober 2026   19:30 Diperbarui: 8 Oktober 2026   19:30 112 0 0

Sumber: Muhammad dhawiy syafiq
Sumber: Muhammad dhawiy syafiq

Mengenal Dunia Sinema-Pembahasan mengenai produksi film pendek dan music video (MV) digelar di aula dan diikuti oleh para peserta. Kegiatan tersebut membahas berbagai tahapan dalam pembuatan karya audiovisual, mulai dari penyusunan ide hingga proses editing. Materi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum sebuah karya diproduksi. Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya kerja sama dan pengaturan waktu dalam proses produksi.

Sumber: Muhammad dhawiy syafiq
Sumber: Muhammad dhawiy syafiq

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak menyaksikan MV "Rasah Bali" sebagai salah satu bahan pembahasan. Penayangan MV digunakan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan konsep visual dalam sebuah karya audiovisual. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai review kantor Google yang dapat menjadi referensi dalam melihat konsep ruang, visual, dan penyajian sebuah karya. Melalui contoh tersebut, peserta dapat mengamati bagaimana sebuah konsep dapat dikembangkan menjadi tampilan yang menarik.

Sumber: Muhammad dhawiy syafiq
Sumber: Muhammad dhawiy syafiq

Materi selanjutnya membahas mengenai script atau naskah yang menjadi salah satu bagian penting dalam produksi. Dalam penyusunan script, terdapat beberapa informasi yang perlu dicantumkan, seperti judul, penulis, anggota tim, perusahaan atau sekolah penulis, alamat pribadi, serta nomor yang dapat dihubungi. Kelengkapan informasi tersebut diperlukan untuk memperjelas identitas dan pihak-pihak yang terlibat dalam produksi. Dengan adanya script yang terstruktur, proses produksi dapat memiliki pedoman yang jelas.

Pembahasan juga menjelaskan cara membuat script melalui penyusunan sinopsis dan metode S.T.D.O. Metode tersebut terdiri dari Scene to Scene, Take to Take, Angle to Angle, Detail to Detail, dan One to One. S.T.D.O digunakan untuk membantu merinci kebutuhan dalam setiap proses pengambilan gambar. Dengan perencanaan tersebut, tim dapat mengetahui adegan, pengambilan gambar, sudut kamera, detail, serta kebutuhan lainnya sebelum melakukan produksi.

Sumber: Muhammad dhawiy syafiq
Sumber: Muhammad dhawiy syafiq

Selain penyusunan naskah, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan teknologi AI melalui AI Agent atau AI Assistant. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mencari ide, mengembangkan konsep, dan mendukung proses penyusunan script. Penggunaan AI diharapkan dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan karya. Kreativitas dan keputusan akhir tetap berada pada tim yang membuat karya tersebut.

Materi kemudian berlanjut pada tahap pra produksi. Pra produksi merupakan tahap persiapan sebelum proses pengambilan gambar dimulai. Pada tahap ini, tim perlu menyelesaikan scripting, melakukan penyesuaian aktor, serta menentukan kebutuhan produksi lainnya. Strategi waktu juga diperlukan agar proses persiapan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Dalam pembahasan strategi waktu, peserta diarahkan untuk memanfaatkan waktu secara efektif selama proses produksi. Waktu tersebut dapat berupa hari libur, sepulang sekolah, jam kosong, maupun saat pulang lebih cepat. Pemanfaatan waktu yang tepat dapat membantu tim menyelesaikan proses produksi tanpa mengganggu kegiatan utama. Kekompakan antaranggota juga menjadi faktor penting karena setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Tahap produksi menjadi bagian berikutnya yang dibahas dalam kegiatan tersebut. Pada tahap ini, tim diarahkan untuk memadatkan, memfokuskan, dan melaksanakan proses pengambilan gambar sesuai perencanaan. Setiap anggota harus bekerja sama agar proses shooting dapat berjalan dengan efektif. Jika terdapat kesalahan dalam pengambilan gambar, proses retake dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Setelah produksi selesai, tahapan dilanjutkan dengan pasca produksi. Tahap ini meliputi proses penyuntingan atau editing terhadap seluruh hasil pengambilan gambar. Editing dapat dilakukan secara offline maupun online dengan memperhatikan keseimbangan antara visual, audio, dan unsur pendukung lainnya. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa sebuah karya audiovisual membutuhkan perencanaan yang matang, pengelolaan waktu, kreativitas, serta kekompakan tim sejak tahap pra produksi hingga pasca produksi.

Dan selain kemampuan teknis, kreativitas menjadi salah satu hal yang penting dalam menghasilkan karya audiovisual. Peserta didorong untuk mampu mengembangkan ide sesuai dengan konsep yang telah ditentukan. Pemilihan sudut pengambilan gambar, pengaturan adegan, hingga proses penyuntingan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan dari karya tersebut. Dengan memahami setiap proses, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya yang lebih terarah dan memiliki pesan yang dapat disampaikan kepada penonton.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2