Best in Citizen Journalism dan People’s Choice Kompasiana Awards 2024. Nulis tentang keseharian.
DILEMA. Cinta dua insan dibatasi garis pemisah yang tegas, antara dua kubu berbeda kepentingan politik. Dua kelompok yang saling memburu dengan konsekuensi pertumpahan darah.
Diah dan Roni saling jatuh cinta --itu kisah roman biasa.
Menjadi tak biasa ketika Diah dan Roni berada di ruang ideologis yang berlawanan --berseberangan. Konflik kepentingan yang membuat dua anak manusia berada dalam situasi rumit.
Ayah dan Kakak kandung Diah merupakan gerilyawan yang sedang diburu oleh TNI. Diah dan ibunya diawasi ketat oleh pasukan operasi penumpasan kelompok gerilyawan.
Cerita bermula ketika Diah menaruh hati kepada Roni, perwira muda pasukan TNI. Bisa jasa dalam operasi tersebut pasukan penumpas membunuh para gerilyawan, termasuk Ayah dan Kakak kandung Diah.
Bagaimana sikap Diah?
Kisah percintaan tak biasa, yang terbagi dua oleh lapis-lapis ideologis yang berseberangan. Cinta yang diametral --terbagi dua oleh garis pemisah: keutuhan keluarga dan cinta kepada sang kekasih.
Keterangan di atas saya dapatkan dalam acara Launching dan Bedah Buku "Diametral" bersama Vlomaya dan Harmonika 40+ Kompasiana, di Cafe si Otan, Pakuan Regency, Bogor, Sabtu (9/5) baru lalu.
Bedah buku menggambarkan tentang situasi rumit, kemanusiaan, kesetiaan, dan dilema.
Semula saya hendak mendapatkan bukunya di sini. Berubah pikiran setelah mendapatkan gambaran di atas.
Usai acara Bedah Buku di Cafe si Otan, tanpa ragu saya langsung membeli novel tersedia. "DIAMETRAL: Roman di Tengah Penumpasan DI/TII", karya Mataharitimoer, 2006 sudah di tangan.