Budiono
Budiono Bankir

Praktisi manajemen risiko yang sedang menekuni hobi ngevlog. Silakan subscribe kanal YouTube saya https://bit.ly/TRAVLOGUE dan temukan tulisan saya lainnya di https://www.budionojournal.com/

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Jelajah Sisi Lain Kota Seoul

12 Juli 2019   13:00 Diperbarui: 12 Juli 2019   18:53 226 4 1

Setelah mengunjungi Deoksugung (Mengenal Sejarah Korea di Istana Deoksugung) dan Gwanghwamun (Mengenal Tokoh Hebat Korea di Gwanghwamun), saya melanjutkan perjalanan menjelajah sisi lain dari kota Seoul. Sebagian besar perjalanan saya lakukan dengan berjalan kaki karena area trotoar di sana sangatlah lebar dan nyaman digunakan untuk berjalan. Selain itu, udara awal musim semi yang masih dingin membuat tubuh tidak kegerahan.

Korea Selatan adalah negara demokrasi, seperti halnya di Indonesia kita dapat menyaksikan keberadaan para demonstran di jalanan mengutarakan tuntutannya. Bahkan di akhir pekan sekalipun, seperti yang saya temui di area dekat alun-alun Gwanghwamun. Uniknya lagi di Seoul juga ada organisasi keagamaan yang menyuarakan ajakan untuk bertaubat di jalanan menggunakan speaker. Suatu fenomena yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Cheonggyecheon Stream (dokpri)
Cheonggyecheon Stream (dokpri)
Tak jauh dari Gwanghwamun, Cheonggyecheon Stream yang notabene adalah aliran sungai di tengah kota yang telah ditata ulang menjadi sebuah ecological park. Proses revitalisasinya memakan waktu tiga tahun yang dimulai dari tahun 2005. Ruang terbuka ini cocok sekali untuk bersantai. Di malam hari, pemandangannya juga sangatlah indah dengan beraneka ornamen pencahayaan.

Sajian dakgalbi yang sedang dimasak (dokpri)
Sajian dakgalbi yang sedang dimasak (dokpri)
Bergeser dari Cheonggyecheon, saya mencari tempat untuk makan siang di Ujeonggukroigil. Di sepanjang jalan ini, ada banyak restoran dengan beragam konsep. Namun, di siang hari belum semuanya buka. Mungkin di malam hari suasana keramaiannya akan lebih terasa. Saya pun memilih menyantap dakgalbi di salah satu restoran yang khusus menyajikan olahan daging ayam tersebut. 

<a href=Wisata kuliner di Gwangjang Sijang (dokpri)">
Wisata kuliner di Gwangjang Sijang (dokpri)
Setelah makan siang saya transit sejenak di Gwangjang Sijang yang merupakan pasar tradisional tertua di kota Seoul. Hiruk-pikuknya tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional di Indonesia. Di sini masyarakat lokal ataupun turis bisa berbelanja beraneka barang kebutuhan pokok, seperti makanan dan pakaian. Kita juga bisa berbelanja oleh-oleh makanan ringan dengan harga jauh lebih murah. Bagi yang suka kimchi, di pasar ini kita bisa beli beraneka kimchi dan juga melihat cara pembuatannya. Pasar ini juga merupakan destinasi wisata kuliner yang ramai pengunjung.

Jangan lupa saksikan cerita perjalanan saya selengkapnya dalam video di atas dan subscribe juga kanal YouTube Berbudi TV. Ikuti perjalanan saya di Seoul, Korea Selatan pada tulisan berikutnya.