Budi Suhartawan Official
Budi Suhartawan Official Guru

Sebagai seorang yang terus berproses dalam dunia inovasi pendidikan, saya menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan belajar tidak pernah berhenti. Kekurangan yang saya miliki bukanlah penghalang, melainkan bahan bakar untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri. Saat melihat rekan-rekan pendidik yang begitu produktif, terutama di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, saya justru semakin termotivasi untuk tidak berhenti belajar. Saya percaya bahwa ilmu dapat datang dari mana saja—bukan hanya dari guru atau buku, tetapi juga dari kawan yang lebih muda, bahkan dari para siswa/mahasiswa yang saya bimbing. Bagi saya, setiap interaksi adalah ruang belajar, setiap pengalaman adalah pelajaran berharga. Dengan semangat ini, saya terus mengasah diri, baik dalam aspek soft skill maupun pengembangan inovasi, agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan peradaban ilmu.

Selanjutnya

Tutup

Video

Perempuan, Peran, dan Keberanian Memilih Diri Sendiri

20 Februari 2026   10:39 Diperbarui: 20 Februari 2026   10:39 97 2 2

Keputusan paling sulit dalam hidup sering bukan tentang memilih pekerjaan atau pasangan, melainkan memilih untuk tidak lagi meninggalkan diri sendiri. Ini bukan tindakan egois, melainkan bentuk tanggung jawab paling mendasar. Seseorang yang penuh terhadap dirinya akan lebih mampu memberi cinta kepada keluarga, anak, maupun lingkungan.

Dalam konteks hubungan, pelajaran pentingnya adalah bukan hanya soal menemukan orang baik, tetapi menemukan orang yang menempatkan kita pada peran yang sehat. Ketika seseorang terus dipaksa menjalankan peran yang bertentangan dengan keseimbangan batinnya, hubungan itu perlahan menguras identitasnya. Pada tahap tertentu, pilihan yang tersisa hanya dua. Bertahan sambil kehilangan diri, atau pergi untuk menyelamatkan diri.

Banyak orang takut memilih diri sendiri karena merasa itu berarti gagal. Padahal, terkadang justru di situlah keberanian sejati. Hidup bukan sekadar mempertahankan struktur hubungan atau status sosial, tetapi menjaga agar jiwa tetap utuh. Kebahagiaan jarang datang dari hal-hal besar yang gemerlap. Ia sering hadir dari hal sederhana. Makanan yang cukup, buku yang bisa dibaca, percakapan hangat dengan orang terdekat, serta hubungan spiritual yang memberi makna. Ketika seseorang menemukan bahwa ketenteraman datang dari dalam, bukan dari pengakuan luar, di situlah fase hidup berubah. Mungkin benar, perempuan sering tidak memilih perannya sejak awal. Tetapi ia selalu punya kesempatan memilih kembali dirinya di tengah perjalanan. Dan kadang, keputusan paling radikal bukanlah mengejar dunia melainkan pulang ke diri sendiri (menjaga diri).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2