Chairudin Lukman
Chairudin Lukman Freelancer

Penikmat Pilem | Pecinta Buku | Pengagum Keindahan Alam | Pemburu Makanan | Penulis Blog | Penjelajah Alam | Pemuja Sang Pencipta. My Social Media : - Instagram : https://www.instagram.com/chai_loekman - Youtube : https://www.youtube.com/chailoekman - Blog : https://www.chai-capcay.com - Twitter : https://www.twitter.com/chailoekman

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Menjelajahi Kota Mui Ne di Vietnam

15 September 2019   15:37 Diperbarui: 15 September 2019   15:48 20 1 0

Mengunjungi negara Vietnam bagi saya adalah seperti memasuki dunia baru antah barantah. Terasa asing banget bagi saya ketika pertama kali menginjakan kaki di Negara ini. Saya disambut dengan petugas imigrasi yang sangat jutek dan judes ketika mau mengecap paspor saya. Dia menanyakan tiket pesawat saya dengan muka judes dan nada suara yang tinggi. Karena saya kelimpungan mencari tiket pesawat di tas sandang saya yang nggak ketemu-ketemu. Si petugas imigrasi mukanya makin jutek tingkat kabupaten dan membuat saya makin gugup.

Saya tarik napas sebentar dan menghelanya perlahan mencoba menenangkan diri sejenak biar pikiran saya jernih. Dan alhamdulilah, akhirnya ketemu juga tiket pesawat saya. Padahal dari tadi juga sudah ketemu karena gugup dan tergesa-gesa mencarinya jadi pikiran saya blank tidak menyadari kalo tiket pesawat saya itu yah secarik kertas yang sudah saya bolak - balik berkali-kali didalam tas sandang saya. -____-"

Setelah melewati imigrasi, saya langsung mencari kartu handphone untuk internetan. Tujuannya adalah biar saya bisa berkomunikasi dengan teman saya melalui WA. Teman saya sudah duluan sampai di Ho Chi Minh City semalam, kita mau ke Kota Mui Ne menggunakan BUS. Saya dan teman saya sudah membeli tiket busnya.

Pesawat saya sampai di Ho Chi Minh City dari Singapore jam dua belas siang dan jadwal bus saya ke Kota Mui Ne jam tiga sore. Jadi, setelah saya tiba di Ho Chi Minh City langsung berangkat ke Mui Ne. Saya liburannya lama di Kota Mui Ne, Ho Chi Minh City hanya tempat transit saja.

Oiya, kartu handphone yang saya gunakan untuk internetan adalah Viettel. Harganya 160.000 Dong, saya cari yang paling murah harga paketannya. :-P

Saya membeli kartu handphone setelah keluar dari Imigrasi, karena disana bakalan banyak yang menawarkan kartu handphone dan pandai-pandai kita mencari harga yang murah dengan kualitas yang oke. Jadi, setelah paspor kita di cap bakalan ada eskalator turun menuju pintu keluar. Sebelum pintu keluar, disana banyak kios-kios yang menjual kartu handphone dan money changer. 

Dan saya menaiki Bus nomor 109 dari Bandara untuk menuju ke kounter tiket bus ke Mui Ne. Harga tiket bus bandara cuma 20.000 Dong, sedangkan ke Mui Ne 140.000 Dong. Nah, dari bandara kamu minta turun di Pemberhentian terakhir. Pemberhentian terakhirnya itu adalah sebuah taman yang sekaligus menjadi bus terminal mereka. Teman saya sudah menunggu saya di Bus Terminal, dan kami sama - sama akan berjalan kaki menuju ke Kounter Tiket Bus ke Mui Ne.

Ternyata jaraknya tidak jauh dan kounter tiketnya juga mudah dicari melalui google map. Nah, saya sempat culture shock melihat pengemudi kendaraan di Vietnam yang super duper ngebut di jalan raya. Khususnya pengendara motor yah...

Mau menyebrangi jalan raya aja seperti adu nyali. Teman saya mengajarkan saya kalo kita mau menyebrang jalan, kita harus pelan - pelan. Biarkan mereka mengemudi dengan laju lewat terus, kita tetap jalan pelan - pelan. Lama - kelamaan mereka akan mengalah dengan sendirinya. Jadi kita pejalan kaki yang harus mengalah dengan pengendara mobil atau motor disana. #hadeuh

Dari Ho Chi Minh City ke Mui Ne lama perjalanan kurang lebih 4 - 5 jam. Bus yang saya naiki ngaret. Okelah, pas jam tiga sore busnya sudah berangkat dari kounter tiketnya. Ternyata, kita harus tukar bus. Pantesan saja, saya dan teman saya sudah pesan bus yang sleeping bus tapi bus yang datang cuma bus biasa.

Baru berjalan beberapa kilo meter kedepan, kemudian busnya berhenti dan semua penumpang turun. Kita harus menunggu bus yang ke Mui Ne di Halte tepi jalan raya. Akhirnya, busnya datang juga. Dan kami berangkat jam empat sore.

Bus yang saya naiki ke Mui Ne adalah Phuong Trang. Pembahasan bus akan saya buat sendiri postingannya sekalian sama vlognya. :-)

Semua penumpang yang didalam bus diantar langsung sampai didepan penginapan atau hotel yang telah kita pesan. Jadi, tips-nya kalo kamu mau main ke Mui Ne. Alangkah baiknya sudah pesan hotel atau penginapan terlebih dahulu. Jadi kita bisa hemat budget juga, tidak mengeluarkan uang transportasi lagi untuk sampai di penginapan atau hotel yang telah kita pesan.

Sampai di penginapan, saya langsung check in dan meletakkan barang bawaan saya didalam kamar. Saya dan teman saya langsung mencari rental motor untuk besok yang agendanya kami akan menjelajahi kota Mui Ne dengan sepeda motor. Tempat hotel kami menginap, ternyata mereka menyediakan jasa rental motor untuk satu hari (24 jam). Harganya 160.000 Dong, saya dan teman saya tidak langsung menyewa motor disana tapi kami harus mencari perbandingan harga ditempat lain.

Kami pun berjalan keluar sembari mencari tempat rental motor disekitaran hotel. Karena sudah jam sembilan malam dan banyak toko - toko sudah tutup (cuma beberapa yang masih buka). Kami menemukan salah satu kantor tour travel lokal, didepan kantornya tertulis mereka menyewakan sepeda motor. Kami tanya ke petugasnya dan dia modusin kami untuk ikut paket tour jeep yang harganya jauh lebih mahal dari pada sewa motor. #amsyong

Karena sudah malam dan lelah, kami putuskan untuk kembali ke hotel dan menyewa motor ditempat saya menginap. Lagian kalo berdua juga jatuhnya lebih murah, harga akan bagi dua dengan teman saya.

Keesokan harinya pun kami berangkat menggunakan sepeda motor untuk menjelajahi Kota Mui Ne seharian...

Kemana saja saya kunjungi tempat wisata di Kota Mui Ne... ?!.

Silahkan nonton vlog saya yah dibawah ini:



Sumber : https://www.chai-capcay.com/2019/06/menjelajahi-kota-mui-ne-di-vietnam.html