edo murtadha
edo murtadha Foto/Videografer

The best idea is the one that you're doing!

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Video | Apakah Digital Minimalis Bisa Mengubah Hidup Kita?

17 Januari 2020   08:25 Diperbarui: 17 Januari 2020   14:12 178 6 1

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Bukan tanpa alasan, tanpa perkara kata minimalis masuk dalam kamusku dari awal tahun 2019. Sepertinya memang ditakdirkan untukku. Dan bukan karena gaya, bukan karena ikutan, atau karena sedang trendi di sana sini.

Tapi poin dimana menjadikan pikiran lebih fokus, melapangkan tak hanya space yang ada di kediaman, tapi juga dalam kepala membuatku ingin mencobanya.

Decluttering barang-barang, menghentikan pengeluaran tak berimbang, habit yang tak berulang sudah kulakukam meskipun masih belum berimbang.

Lantas, setelahnya? Pikiran yang kadang masih liar krena notifikasi yang berbunyi hampir setiap hari mungkin saja menjadi alasannya. Atau mungkin hanya perasaanku saja menyalahkan kebiasaan membuang waktu?.

Tahun ini, 2020, aku mencoba hal yang baru. Paling tidak untukku. Digital minimalis. Bukan hanya memangkas aplikasi dalam smartphone namun juga mulai menjadi tuan atas waktuku yang mulai kusadari sangat terbatas.

Mengambil kemudi kembali kapal yang bernama hidup ini. Sudah. Berhenti berpuisi, mereka yang datang ingin mengetahui apa itu digital minimalis dan apa yang sebenarnya kulakukan untuk menjalani proses tersebut.

First of all, mungkin kita mulai dengan apa sebenarnya minimalis itu sendiri. Josh Millburn & Ryan Nicodemus, two bloggers largely credited with kickstarting the current Minimalist movement, define it like this.

Minimalism is a lifestyle that helps people question what things add value to their lives. By clearing the clutter from life's path, we can all make room for the most important aspects of life: health, relationships, passion, growth, and contribution.

Yang intinya adalah Minimalis adalah seni dan gaya hidup yang membantu kita menentukan mana saja hal-hal yang sangat penting dan berperan penting dalam perkembangan kehidupan kita, dan membantu kita fokus kepada hal-hal yang sangat penting untuk kehidupan kita.

Nah, jadi menurut mereka, Gaya Hidup minimalis selain memberikan ruang pada rumah/kosan kita karena barang-barang yang tidak penting segera kita singkirkan, secara otomatis juga memberikan ruang untuk pikiran kita untuk fokus hanya pada hal-hal yang penting.

Digital minimalis bagaimana?
Cal Newport has the best definition of Digital Minimalism I've seen:

Digital minimalism is a philosophy that helps you question what digital communication tools (and behaviors surrounding these tools) add the most value to your life. It is motivated by the belief that intentionally and aggressively clearing away low-value digital noise, and optimizing your use of the tools that really matter, can significantly improve your life.

Cal Newport, seorang asprof computer science di Georgetown University mengatakan, digital minimalis tidak jauh berbeda dengan pandangan Duo Minimalis tadi, hanya saja, subjeknya yang berubah, kepada digital dan teknologi yang kita punya.

Dalam hal ini: Smartphone.

Selain menentukan apa saja yang ada di dalam smartphone kita, menjadi digital minimalis adalah bagaimana kita mengontrol digital & teknologi itu sendiri. Dan jangan sampai malah kita sebagai userlah yang menjadi produk.

Pernah kebayang kan? Saat ingin melakukan sesuatu misalnya mencari informasi di browser, yang ada malah mantengin sosial media, bermain game selama berjam-jam.

Pasti ada yang salah dengan hubungan mesra antara kita dan smartphone yang selalu ada di genggaman kita kemanapun kita pergi.

Apa saja yang yang aku lakukan dalam mennjalani proses ini, semua tak kujelaskan dalam tulisan yang cukup panjang ini. Ini hanyalah sebagai intro menuju video dimana aku mencoba menjelaskan ini semua, minimalis, digital minimalis dan sharing tentang prosesku menjalaninya.

So, if you interested, please visit my video here.