🎓Erni Kadir, S.E.Sy | Bekerja Sesuai Gelar❌ Bekerja Sesuai Passion✅ | Mulai suka Dunia Literasi di Usia 9 Tahun | Bergabung Di Kompasiana Mei 2026
Kompasiana, Polewali Mandar -
Dilansir dari laman Kompas.com https://youtu.be/2aCk0OLCYcE?si=cfC8pCQtieLFIYS9,
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia setiap tahun menjadi masalah serius yang tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan hubungan antarnegara. Terbaru, kebakaran yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera menghasilkan kabut asap tebal yang terbawa angin hingga melintasi perbatasan negara, menimbulkan kekhawatiran di kawasan Asia Tenggara.
Negara yang Terdampak
Asap kebakaran tidak berhenti di perbatasan Indonesia. Kabut asap telah terdeteksi menurunkan kualitas udara di Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Singapura. Di beberapa wilayah negara-negara tersebut, indeks kualitas udara mencapai level yang tidak sehat, sehingga masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.
Dampak yang Terjadi
Dampak kabut asap sangat nyata. Sekolah-sekolah terpaksa ditutup sementara untuk melindungi siswa dari risiko gangguan pernapasan. Kualitas udara memburuk hingga dinilai tidak aman untuk dihirup dalam jangka waktu lama. Malaysia bahkan melaporkan adanya lonjakan jumlah pasien yang mengeluh gangguan pernapasan, iritasi mata, dan penyakit lainnya terkait paparan asap.
Tanggung Jawab dan Harapan
Masalah ini mengingatkan kita bahwa kerusakan alam tidak mengenal batas wilayah. Diperlukan kerja sama lintas negara serta upaya sungguh-sungguh dari semua pihak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan terjadi berulang kali. Perlindungan hutan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua demi udara bersih dan kesehatan generasi mendatang.