Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Merilis Kehilangan - Dalam Diam yang Menerima. Created by [Feddy WS]. Human-led, AI-assisted visual artwork.](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/01/21/jan-21-2026-07-24-18-pm-6970c3ee34777c3564118dd6.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Merilis Kehilangan - [YouTube]
[intro]
Di ruang sunyi yang tak bernama
Aku belajar menyebut luka perlahan
[verse]
Kehilangan tak pernah adil
Tak bisa ditakar atau diganti
Baru terasa saat kau pergi
Saat hening lebih keras dari hati
Aku menyibukkan hari-hari
Berlari dari sepi yang tak terperi
Menulis namamu di doa palsu
Di sunyi aku bertanya tanpa suara
[pre-chorus]
Kita lupa menjaga cinta
Saat semesta masih memberi waktu
Kini yang tersisa hanya jeda
Dan rindu yang berdiri sendiri
[chorus]
Kehilangan dan ditinggalkan itu sakit
Tapi aku belajar melepaskan pelan
Dengan air mata dan iman
Menerima tak semua harus bertahan
Kehilangan dan ditinggalkan itu nyata
Namun aku memilih tetap bernapas
Bukan melupakan tapi mengikhlaskan
Agar hati tak mati di masa lalu
[verse]
Ada yang pergi menyepi
Ada yang tenggelam dalam kerja
Ada yang menulis untuk hidup
Ada yang sujud agar kuat
Tak ada cara yang paling benar
Setiap luka punya bahasanya
Aku memilih jujur pada rasa
Meski jemetar meski belum sembuh
[chorus]
Kehilangan dan ditinggalkan itu sakit
Tapi aku belajar melepaskan pelan
Dengan air mata dan iman
Menerima tak semua harus bertahan
Kehilangan dan ditinggalkan itu nyata
Namun aku memilih tetap bernapas
Bukan melupakan tapi mengikhlaskan
Agar hati tak mati di masa lalu
[outro]
Kini aku melepaskan
Bukan karena tak cinta
Tapi karena aku ingin hidup
Dan merilis kehilangan tanda tenang tenang...
------
Grand Concept
Merilis Kehilangan adalah kisah tentang perjalanan batin seseorang yang belajar berdamai dengan kehilangan. Lagu ini menggambarkan proses manusiawi dalam merasakan sakit, menyangkal, hingga perlahan menerima bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Dengan kejujuran pada rasa, air mata, dan iman, tokoh memilih untuk melepaskan bukan karena cinta hilang, melainkan demi tetap hidup dan bernapas. Kehilangan dihadirkan bukan sebagai akhir, tetapi sebagai ruang pendewasaan, tempat luka diterima tanpa dipaksa hilang, dan hati belajar tenang tanpa melupakan masa lalu.
------
Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.