Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![When Love Glows Forever. Created by [Feddy WS]. Human-led, AI-assisted visual artwork.](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/01/23/23-jan-2026-17-52-43-69735c12c925c42be138d043.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Cahaya yang Memilih Kita - [YouTube]
[intro]
Di antara senja dan doa tak terucap
Namamu kutemukan di napas semesta
[verse]
Langkahmu datang tanpa suara
Mengguncang hatiku penuh cerita
Di matamu ku belajar tenang
Seperti laut pulang ke tepian
[pre-chorus]
Dunia meredup perlahan
Tanganku jadi rumahmu
[chorus]
Kau cahaya yang memilihku
Saat gelap tak punya arah
Ribuan kemungkinan hidup
Hati jatuh di namamu
[verse]
Waktu menguji jarak kita
Cinta tak pernah lelah
Kita di tepi keabadian
Janji tak butuh suara
[pre-chorus]
Dunia meredup perlahan
Tanganku jadi rumahmu
[chorus]
Kau cahaya yang memilihku
Abadi di denyut nadi
Jika hidup pilih akhir
Biarlah di sisimu
[outro]
Dan saat lampu padam
Cintamu tetap menyala
------
Grand Concept
"Cahaya yang Memilih Kita" bercerita tentang cinta yang hadir tanpa direncanakan, lahir di ruang sunyi antara senja dan doa yang tak terucap. Kehadiran seseorang tidak datang dengan kegaduhan, tetapi dengan ketenangan yang justru mengguncang hati-seperti rasa pulang yang lama dinanti. Saat dunia perlahan meredup oleh waktu, jarak, dan realitas hidup, cinta berubah menjadi rumah: tempat berlindung, bukan sekadar rasa. Dari ribuan kemungkinan hidup, hati merasa dipilih, bukan memilih. Hingga pada akhirnya, ketika semua lampu dunia padam, cinta itu tetap menyala-tenang, setia, dan abadi.
------
Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.