Di ruang kelas yang dulu penuh harap
Kini sunyi seperti doa yang terlelap
Nama baik runtuh dalam satu berita
Air mata jatuh tanpa sempat bicara
Katanya salah, katanya melawan
Tapi tak pernah diberi ruang bertahan
Tahun-tahun mengabdi tanpa pamrih
Hilang tertelan vonis yang pedih
Media riuh menyalakan api
Komentar datang tanpa empati
Satu kesalahan jadi mahkota dosa
Padahal manusia bukan mesin sempurna
Sekolah yang harusnya rumah cahaya
Berubah jadi panggung penuh luka
Bukan soal siapa yang paling benar
Tapi siapa yang masih mau mendengar
Di balik seragam dan papan tulis
Ada hati rapuh yang nyaris habis
Bukan hanya murid yang butuh bimbingan
Guru pun manusia, butuh perlindungan
Jika aturan jadi pedang tanpa rasa
Keadilan hanya tinggal kata-kata
Maka pendidikan kehilangan arah
Karena nurani tak lagi bersuara
Aku bernyanyi bukan untuk membela
Tapi agar kita tak lupa
Bahwa di atas semua keputusan
Kemanusiaan harus jadi pegangan