Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![The Price of Broken Promises. Created by [Feddy WS]. Human-led, AI-assisted visual artwork.](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/03/3-feb-2026-19-08-16-6981ed2534777c48c2234b32.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Janji yang Kau Jual - [YouTube]
[intro]
Kupeluk sepi di balik malam
Namamu masih di dadaku
Kau pernah jadi rumah
Kini jadi luka yang tak tahu arah
[verse]
Kau datang seperti cahaya
Menghapus gelap di hatiku
Kau bersumpah setia selamanya
Ternyata hanya kata semu
Kita tertawa di bawah hujan
Berbagi mimpi dan masa depan
Namun diam-diam kau memilih dia
Meninggalkanku tanpa alasan
[pre-chorus]
Kupikir cinta kita abadi
Nyatanya rapuh tak terperi
[chorus]
Kau jual janji di bibir manis
Kau curi hatiku lalu kau hancurkan
Di mataku kau masih terlihat suci
Padahal kau pembunuh perasaanku
Aku tenggelam dalam kenangan
Yang kau khianati tanpa rasa bersalah
[verse]
Malam bersaksi air mataku
Tiap detik memanggil namamu
Aku mencoba melupakan
Tapi bayangmu selalu datang
[chorus]
Kau jual janji di bibir manis
Kau curi hatiku lalu kau hancurkan
Kini ku belajar melepaskan
Walau hatiku masih berdarah
[outro]
Pergilah dengan kebohonganmu
Aku akan sembuh tanpa dirimu
------
Core Idea
When Love Becomes a Transaction.
Cinta yang dulu suci berubah menjadi transaksi: janji ditukar dengan kepentingan, hati dijadikan barang dagangan. Lagu ini bukan hanya tentang patah hati, tetapi tentang pengkhianatan sebagai bentuk eksploitasi emosional—seseorang menjual harapan demi keuntungan pribadi. Tokoh tidak sekadar ditinggalkan, tetapi dirampas haknya untuk percaya. “Some promises are not broken — they are sold.” Inilah inti dari "Janji yang Kau Jual": bukan sekadar kisah luka, melainkan pengakuan, perlawanan, dan akhirnya, penyembuhan.
------
Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.