Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Perjalanan Tak Sengaja Menuju Air Terjun Widodaren

3 Februari 2026   13:59 Diperbarui: 3 Februari 2026   14:36 145 6 1

Perjalanan Tak Sengaja Menuju Air Terjun Widodaren(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Perjalanan Tak Sengaja Menuju Air Terjun Widodaren(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Pagi selepas subuh, cuaca lumayan cerah. Sepertinya saat yang tepat untuk jalan-jalan mengeksplor keindahan alam di sekitar lokasi camping yang berdekatan dengan tempat Pemandian Air Panas Tirta Husada Ponorogo.

Kontur jalan yang menurun tajam dan tanjakan di arah sebaliknya menjadi tantangan tersendiri untuk jalan kaki sekalipun jalan santai.

Di bawah terlihat hamparan sawah teras siring yang menghijau , bahkan beberapa sudah menguning menyuguhkan pemandangan yang indah dan memanjakan mata di pagi yang segar.

Melewati area pemandian, ternyata portal sudah buka. Tadi pagi, saat kami berniat salat subuh di Musala yang lokasinya di dalam area pemandian, gerbangnya masih terkunci.

Beruntung di luar ada kran yang bisa dimanfaatkan untuk berwudhu, sehingga kami hanya mengambil air wudhu dan kembali ke lokasi perkemahan untuk menunaikan salat di tenda.

Perjalanan Tak Sengaja Menuju Air Terjun Widodaren(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Perjalanan Tak Sengaja Menuju Air Terjun Widodaren(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Berjalan -jalan pagi di alam bebas terasa segar dan nyaman menghirup udara pagi yang dingin. Kami berdua terus berjalan di sepanjang jalan sambil menikmati suguhan keindahan alam yang cukup memukau. Sambil berharap, semoga di cekungan yang kami lewati bukan area rawan banjir dan longsor, sebab kemarin sore hujan turun begitu deras.

Lahan di pinggir jalan ditanami cabe dan jagung di samping tanaman padi yang menghijau dan masih pendek. Sepertinya belum lama ditanam. Bangunan yang terlihat bisa dihitung dengan jari. Di sini memang bukan area perkampungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7