Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Sampai di gapura, kami bertemu dengan 2 orang Bapak yang sedang mengobrol. Suami ku segera menyalami penduduk yang ramah dan terlihat welcome. Keramahan khas penduduk desa. Bisa jadi mereka juga sudah mendapat briefing bagaimana menjadi tuan rumah desa Wisata.
Akhirnya Suamiku mengajak melanjutkan perjalanan, karena menurut cerita Pak Noyo(bukan nama sebenarnya), sekitar 0,5 km dari gapura ada air terjun. Namanya Air Terjun Widodaren.
Sayang nya, menurut Pak Noyo, wisata air terjun ini kurang diminati wisatawan. Tentunya ini justru membuat penasaran, kenapa tidak diminati.
Akhirnya kami berniat melihat sendiri air terjun Widodaren yang ternyata sudah ada di google maps.
Sudah lumayan lama kami berjalan, tapi tanda-tanda keberadaan air terjun belum kelihatan.

"Kata Pak Noyo tadi kalau sudah sampai jembatan baru belok kiri, Dek!"
"Lha jembatan nya saja belum kelihatan!"
"Jangan-jangan sudah terlewat!"
"Belum, ah. Aku belum melihat jembatan kok!"
"Ya sudah! Mau lanjut atau balik?"