Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Ruang Kosong di Antara Kita - Rekonsiliasi yang Tertunda. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/05/feb-5-2026-08-11-49-pm-69849398ed641557804f4bd2.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Tak Secepat Itu - [YouTube]
[intro]
Kau datang lagi dengan senyum yang sama
Seolah tak pernah ada yang patah
Namaku kau ucap seperti doa
Tapi dadaku masih penuh tanda tanya
[verse]
Kita duduk di bangku yang dulu
Tempat aku belajar menunggu
Kau bilang aku sudah berubah
Aku bilang lukaku belum reda
Dulu aku memanggilmu setiap malam
Sekarang aku diam belajar tenang
Bukan karena aku tak rindu
Aku hanya takut mengulang waktu
[pre-chorus]
Aku ingin memelukmu sekarang
Tapi tanganku masih gemetar
Karena pernah terlalu berharap
Dan pulang dengan hati terbakar
[chorus]
Tak secepat itu hatiku percaya
Tak semudah itu aku membuka
Kau mengaku aku mengerti
Tapi sembuh bukan soal mengerti
Tak secepat itu aku kembali
Menjadi aku yang menunggu lagi
Jika kau ingin benar-benar dekat
Biarkan aku pulih dengan lambat
[verse]
Aku belajar mencintai diriku
Saat kau tak pernah di situ
Sekarang kau hadir dan meminta ruang
Padahal aku baru selesai runtuh
[pre-chorus]
Aku ingin memelukmu sekarang
Tapi tanganku masih gemetar
Karena pernah terlalu berharap
Dan pulang dengan hati terbakar
[chorus]
Tak secepat itu hatiku percaya
Tak semudah itu aku membuka
Kau mengaku aku mengerti
Tapi sembuh bukan soal mengerti
Tak secepat itu aku kembali
Menjadi aku yang menunggu lagi
Jika kau ingin benar-benar dekat
Biarkan aku pulih dengan lambat
[outro]
-------
Core Idea
Lagu "Tak Secepat Itu" mengusung konsep rekonsiliasi yang tertunda: dua orang yang pernah terpisah bertemu kembali, tetapi yang kembali bukan hanya rindu-melainkan juga memori luka. Tokoh utama tidak menolak cinta, namun menolak ilusi bahwa cinta bisa pulih secara instan. Ini bukan lagu tentang putus, melainkan tentang belum siap pulang. Emosi bergerak di antara dua kutub: harapan untuk memeluk dan percaya, berhadapan dengan proteksi diri berupa trauma dan kehati-hatian. Konflik utamanya bukan antara dua tokoh, melainkan antara hati dan sistem saraf. Bahwa cinta sejati bukan yang datang cepat, tetapi yang sanggup menunggu proses sembuh-tentang keberanian menunda bahagia demi menyembuhkan diri. Itulah sebabnya lagunya tidak meledak, melainkan bernapas.
------
Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.
Label: ikatan emosional