Feddy WS
Feddy WS Dosen

Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question

Selanjutnya

Tutup

Video

'Cahaya di Tengah Badai Data'

10 Februari 2026   05:38 Diperbarui: 10 Februari 2026   05:38 164 3 0

Cahaya Kebenaran di Tengah Badai Data. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)
Cahaya Kebenaran di Tengah Badai Data. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)


[Recommended Headphones or Car Audio]

Cahaya di Tengah Badai Data - [YouTube]

[intro]  
Di ruang sunyi yang tak pernah tidur  
Layar menyala dunia berdesir  
Arus kabar datang bertubi  
Benar dan bias saling berlari  

[verse]  
Di antara gemuruh notifikasi  
Ada nurani yang tetap berdiri  
Menapis riuh kabar sensasi  
Menjaga makna menjaga negeri  

Algoritma berputar cepat  
Menggiring opini tanpa jeda  
Namun pena tak boleh penat  
Meski badai datang menggoda  

[chorus]  
Jadilah cahaya di tengah badai data  
Menembus gelap samudra prasangka  
Saat hoaks menari tanpa arah  
Kebenaran tetap menyala  

Jadilah mercusuar nurani bangsa  
Di ombak opini yang bergelora  
Meski dunia riuh tak henti  
Integritas tak terganti  

[verse]  
Bonus waktu generasi tumbuh  
Harapan disemai di layar biru  
Jika fakta dibiarkan runtuh  
Demokrasi kehilangan sumbu  

Di meja redaksi yang sederhana  
Ada tekad tak bisa dibeli  
Ekonomi kuat bangsa berdaulat  
Bila informasi tetap murni  

[pre-chorus]  
Bukan sekadar berita harian  
Ini tentang masa depan  
Tentang suara yang tak terdengar  
Tentang janji yang harus ditegakkan  

[chorus]  
Jadilah cahaya di tengah badai data  
Menembus gelap samudra prasangka  
Saat hoaks menari tanpa arah  
Kebenaran tetap menyala  

Jadilah mercusuar nurani bangsa  
Di ombak opini yang bergelora  
Meski dunia riuh tak henti  
Integritas tak terganti  

[outro]

------

Core Idea

“Cahaya di Tengah Badai Data” adalah sebuah epik modern tentang jurnalisme sebagai cahaya moral di tengah era disrupsi digital. Lagu ini memotret ruang redaksi sebagai medan yang tampak sunyi namun sesungguhnya riuh, tempat kebenaran terus diuji oleh kecepatan arus informasi, tekanan algoritma, dan gelombang opini yang tak pernah berhenti. Dalam dunia yang dibanjiri kabar dan diguncang hoaks, integritas digambarkan sebagai mercusuar yang menuntun bangsa menuju masa depan yang lebih berdaulat. Karya ini bukan sekadar berbicara tentang profesi wartawan, melainkan tentang tanggung jawab moral kolektif untuk menjaga demokrasi melalui kebenaran. Ia menegaskan bahwa kebenaran bukanlah yang paling keras suaranya, melainkan yang paling konsisten pijakannya; bahwa demokrasi tidak bertahan karena suara terbanyak, tetapi karena informasi yang paling jujur. Di tengah dominasi AI dan algoritma, lagu ini mengingatkan bahwa nurani manusia tetap relevan dan tak tergantikan.