Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Nyala yang Membebaskan: Kuda Api Menyongsong Fajar Baru. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/13/feb-13-2026-10-59-26-pm-698f496434777c2db4757462.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Menunggang Api Waktu
[intro]
[verse]
Langit merah fajar bersinar
Kota bangun dunia berubah
Detak baru panggil jiwa
Kita bangkit melangkah
[verse]
Bayang lama jatuh rebah
Debu ragu terbang perlahan
Nyala di mata berkata
Masa depan menanti kita
Angin bawa keberanian
Langkah pasti takkan ragu
Tak diam dalam kegelapan
Kita berlari ke terang
[pre-chorus]
Dari abu mimpi terbakar
Temukan jalan pulang
Waktu buka pintu lebar
Kita jawab dengan terang
[chorus]
Kita tunggang api waktu
Belah malam ke ufuk baru
Tak takut pada perubahan
Kita nyala harapan
Kita tunggang api waktu
Terbang tinggi lepas masa lalu
Dalam denyut keberanian
Ada kita ada tujuan
[verse]
Antara cahaya dan badai
Kita berdiri tak gentar
Jejak langkah jadi cerita
Mimpi takkan pudar
Hati bergetar jiwa menyala
Menari dengan semesta
Tak ada batas mengurung
Jika percaya pada cahaya
[pre-chorus]
Dunia mencoba runtuh
Kita bangun lebih kuat
Api jadi penuntun
Dalam gelap yang pekat
[chorus]
Kita tunggang api waktu
Belah malam ke ufuk baru
Tak takut pada perubahan
Kita nyala harapan
Kita tunggang api waktu
Terbang tinggi lepas masa lalu
Dalam denyut keberanian
Ada kita ada tujuan
[outro]
------
GRAND CONCEPT
Tagline: Dari abu masa lalu, kita melaju menuju cahaya.
“Menunggang Api Waktu” adalah lagu tentang transisi zaman dan keberanian kolektif, sebuah refleksi atas dunia yang terus bergerak dan manusia yang dipaksa untuk memilih: diam atau melaju. Api dalam lagu ini bukanlah kehancuran, melainkan energi transformasi yang membakar keraguan dan menyalakan keberanian, sementara waktu bukan musuh yang mengejar, tetapi kendaraan yang membawa kita menuju versi diri yang lebih kuat dan lebih berani. Lagu ini memotret perjalanan manusia dari ragu menuju keberanian, dari masa lalu menuju masa depan, dan dari gelap menuju cahaya, menggambarkan proses perubahan sebagai sesuatu yang harus disadari, diterima, dan dikendalikan. Ajakan tidak sekadar berubah, tetapi berani mengambil kendali atas perubahan itu sendiri, menjadikannya sebagai kekuatan, bukan ancaman. Pada akhirnya, pesan utamanya jelas: kita bukan korban waktu, kita adalah pengendalinya, dan kita menunggang api perubahan menuju cahaya.