Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai, Public Service Announcement (Versi Bahasa Indonesia)

13 Februari 2026   10:41 Diperbarui: 13 Februari 2026   10:41 75 0 0

Public Service Announcement | Pro Life Indonesia
Public Service Announcement | Pro Life Indonesia

Public Service Announcement, Menjadi Perisai di Balik Layar, Stop Diam


Dunia telah berubah, begitu pula cara bahaya mendekati orang paling Anda serta Saya cintai. Jika dahulu mengajarkan anak agar tidak berbicara dengan sosok asing di taman; hari ini predator tersebut menyelinap ke kamar tidur melalui cahaya redup layar ponsel.

Mereka hadir tanpa paksaan, melainkan lewat kesabaran, pujian, dan hadiah digital. Itulah metode Child Grooming---ancaman sunyi yang menargetkan kepercayaan, bukan sekadar fisik.

Mengapa harus peduli? Alasan kuat memaksa Anda berhenti membisu demi keselamatan maupun perlindungan buah hati; diam bukanlah emas, melainkan pembukaan pintu untuk perampok kasih sayang.

Pertama, kebuntuan komunikasi adalah sekutu terbaik pemangsa. Penjahat tersebut bekerja dalam kegelapan serta kerahasiaan, mengandalkan rasa sungkan untuk menegur, tidak enak bertanya, hingga ketidaktahuan tentang dunia digital. Memilih bersuara dan waspada bermakna menyalakan lampu di ruangan pengap; sinar itu merupakan benteng.

Kedua, menjaga anak berarti merawat peradaban. Mereka bukan sekadar anggota keluarga, namun pemegang estafet masa depan bangsa. Membiarkan buah hati menjadi korban berarti membinasakan hari esok---terkoyak oleh trauma. Membangun "Garis Pertahanan" bukan hanya tugas orang tua, melainkan setiap guru, tetangga, maupun sahabat. Anda dan Saya merupakan ekosistem perlindungan bagi mereka.

Ketiga, keberanian adalah kekuatan. Seringkali, korban tidak berani melapor karena merasa sendirian atau takut disalahkan. Mengikuti Kampanye Anti Child Grooming mengirimkan pesan kuat,  _"Kamu tidak sendiri. Kami mendengarkan serta siap melindungi."_  Budaya yang dibangun hari ini merupakan warisan keamanan untuk masa mendatang.

Jangan menunggu sampai tragedi mengetuk pintu rumah; kemudian merampok mahkota serta kehormatan (ingat bahwa anak-anak adalah mahkota, kehormatan, dan kemuliaan semua orang) maupun lingkungan sekitar.

Mari pertajam intuisi, tingkatkan literasi digital, dan terpenting, beranikan diri bertindak. Memfungsikan ruang percakapan terbuka mengenai batasan diri serta pengawasan aktivitas siber, merupakan satu batu bata yang menyusun benteng pertahanan bagi negeri ini.

Mari bersatu.
Jadilah mata untuk mereka yang belum mengerti bahaya.

Bersuaralah agar individu bungkam segera siuman dari pandemi kebodohan serta kemalasan memancarkan kepedulian terhadap kemanusiaan.

Penjagaan hari ini adalah satu-satunya jaminan bagi dunia aman di masa depan.

Rapatkan barisan dalam satu garis pertahanan. Demi mereka, demi hari esok.

Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming

Kontak, WA/Telp +62 81 81 26 858