Feddy WS
Feddy WS Dosen

Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question

Selanjutnya

Tutup

Video

'Sayap yang Tetap Terbang'

15 Februari 2026   02:35 Diperbarui: 15 Februari 2026   05:47 90 1 0

Sayap yang Tetap Terbang. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)
Sayap yang Tetap Terbang. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)


[Recommended Headphones or Car Audio]

Sayap yang Tetap Terbang

[intro]  
Di senyap doa yang tak terdengar  
Aku belajar mencintai tanpa suara  
Ada nama yang kusebut perlahan  
Agar tembok tradisi tak runtuh berdebara  

[verse]  
Kita tumbuh di lorong adat dan restu  
Janji digantung di waktu yang ragu  
Tanganku ingin menggenggam cahaya  
Tapi rantai seharusnya membelenggu langkahnya  

[pre-chorus]  
Jika cinta diukur oleh suara ramai  
Biarlah hatiku kalah jiwaku menang  

[chorus]  
Cinta sejati tak selalu bahagia  
Kadang ia pulang membawa luka  
Tradisi tanpa cinta penjara jiwa  
Namun dari sakit aku belajar merdeka  

[verse]  
Kupikul perih seperti kitab usang  
Halamannya sobek oleh air mata yang jatuh  
Kehilangan mengajariku bernapas  
Dalam ruang sempit kubuat langit terbang bebas  

[pre-chorus]  
Aku tak memilih gelap atau terang  
Aku memilih jujur pada yang dalam  

[chorus]  
Cinta sejati tak selalu bahagia  
Kadang ia hidup tanpa memiliki  
Tradisi tanpa cinta penjara jiwa  
Dari penderitaan lahir kebebasan sejati  

[break]  

[chorus]  
Bila bahagia bukan garis akhir  
Biarlah makna yang kupeluk abadi  
Jiwa terluka kini lebih bercahaya  
Karena cinta mengajariku jadi manusia  

[outro]

------

Core Idea

“Sayap yang Tetap Terbang” adalah refleksi tentang kebebasan sejati yang tidak selalu lahir dari kemenangan, melainkan dari keberanian menerima luka tanpa kehilangan kemanusiaan. Lagu ini berkisah tentang jiwa yang memilih jujur pada cinta dan makna, meski harus menanggung kehilangan, tekanan tradisi, dan kesunyian. Ia tidak merayakan kebahagiaan sebagai tujuan akhir, melainkan merayakan keutuhan batin—keutuhan seorang manusia Dewasa yang tetap utuh meski tidak memiliki. Cinta yang tidak dimenangkan, namun juga tidak dikalahkan; tentang keberanian memilih kejujuran meski harus kehilangan. Lagu ini tidak mengajak melawan tradisi, tetapi mengajak tradisi untuk mengingat kembali cinta.