Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Sayap yang Tetap Terbang. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/15/15-feb-2026-00-30-24-6990c7c8c925c45f55118ba2.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Sayap yang Tetap Terbang
[intro]
Di senyap doa yang tak terdengar
Aku belajar mencintai tanpa suara
Ada nama yang kusebut perlahan
Agar tembok tradisi tak runtuh berdebara
[verse]
Kita tumbuh di lorong adat dan restu
Janji digantung di waktu yang ragu
Tanganku ingin menggenggam cahaya
Tapi rantai seharusnya membelenggu langkahnya
[pre-chorus]
Jika cinta diukur oleh suara ramai
Biarlah hatiku kalah jiwaku menang
[chorus]
Cinta sejati tak selalu bahagia
Kadang ia pulang membawa luka
Tradisi tanpa cinta penjara jiwa
Namun dari sakit aku belajar merdeka
[verse]
Kupikul perih seperti kitab usang
Halamannya sobek oleh air mata yang jatuh
Kehilangan mengajariku bernapas
Dalam ruang sempit kubuat langit terbang bebas
[pre-chorus]
Aku tak memilih gelap atau terang
Aku memilih jujur pada yang dalam
[chorus]
Cinta sejati tak selalu bahagia
Kadang ia hidup tanpa memiliki
Tradisi tanpa cinta penjara jiwa
Dari penderitaan lahir kebebasan sejati
[break]
[chorus]
Bila bahagia bukan garis akhir
Biarlah makna yang kupeluk abadi
Jiwa terluka kini lebih bercahaya
Karena cinta mengajariku jadi manusia
[outro]
------
Core Idea
“Sayap yang Tetap Terbang” adalah refleksi tentang kebebasan sejati yang tidak selalu lahir dari kemenangan, melainkan dari keberanian menerima luka tanpa kehilangan kemanusiaan. Lagu ini berkisah tentang jiwa yang memilih jujur pada cinta dan makna, meski harus menanggung kehilangan, tekanan tradisi, dan kesunyian. Ia tidak merayakan kebahagiaan sebagai tujuan akhir, melainkan merayakan keutuhan batin—keutuhan seorang manusia Dewasa yang tetap utuh meski tidak memiliki. Cinta yang tidak dimenangkan, namun juga tidak dikalahkan; tentang keberanian memilih kejujuran meski harus kehilangan. Lagu ini tidak mengajak melawan tradisi, tetapi mengajak tradisi untuk mengingat kembali cinta.