Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![A Cup of Understanding - Quality Time at Golden Hour. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/15/feb-15-2026-04-28-14-am-6990e2afed64151cf97d4462.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
5 Bahasa Cinta
[intro]
[verse]
Cinta tak selalu terdengar sama
Tapi selalu ingin dimengerti
[verse]
Ada yang mekar karena kata
Terima kasih dan aku cinta
Pujian tulus doa nyata
Kalimat kecil makna sempurna
[verse]
Ada yang bicara lewat tindakan
Menyeduh kopi di pagi hujan
Menjemput lelah tanpa diminta
Membantu diam itu cinta
[pre-chorus]
Berbeda cara bukan tak sejalan
Kita perlu saling memahami
[chorus]
Lima bahasa cinta lima rasa
Kata yang menguatkan jiwa
Tindakan tulus penuh makna
Hadiah kecil tanda cinta
Waktu berkualitas tanpa jeda
Sentuhan hangat tenangkan jiwa
Jika kau tahu apa kubutuh
Cinta kita takkan rapuh
[verse]
Bukan harga yang jadi ukuran
Tapi ingatan dan ketulusan
Sekuntum bunga di hari biasa
Berkata aku ingat selalu
[verse]
Ada yang ingin duduk berdua
Tanpa layar tanpa dunia
Mendengar cerita tatap mata
Hadirmu utuh cukup bahagia
[chorus]
Lima bahasa cinta lima rasa
Kata yang menguatkan jiwa
Tindakan tulus penuh makna
Hadiah kecil tanda cinta
Waktu berkualitas tanpa jeda
Sentuhan hangat tenangkan jiwa
Jika kau tahu apa kubutuh
Cinta kita takkan rapuh
[outro]
------
Core Idea
Konsep bahasa cinta diperkenalkan oleh Gary Chapman, Ph.D., pada tahun 1992 melalui bukunya, The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate. Ia menjelaskan bahwa setiap orang biasanya memiliki satu bahasa cinta yang dominan, yaitu cara utama seseorang mengekspresikan dan merasakan kasih sayang. Lima bahasa cinta tersebut meliputi Words of Affirmation, yaitu cinta yang diungkapkan melalui kata-kata seperti pujian, apresiasi, dan ungkapan sayang, karena pemiliknya sangat peka terhadap ucapan; Acts of Service, yaitu kasih sayang yang ditunjukkan lewat tindakan nyata seperti membantu atau melakukan sesuatu untuk pasangan; Receiving Gifts, di mana hadiah menjadi simbol cinta bukan karena nilai materinya, melainkan makna dan perhatian di balik pemberiannya; Quality Time, yaitu merasa dicintai melalui waktu berkualitas bersama, berbincang mendalam, dan memberi perhatian penuh tanpa gangguan; serta Physical Touch, yakni mengekspresikan cinta melalui sentuhan seperti menggenggam tangan. Bahasa cinta setiap orang bisa berbeda dan bahkan berubah sesuai situasi. Kunci utama adalah komunikasi yang baik agar kebutuhan emosional masing-masing dapat dipahami dan dipenuhi dengan tepat.
Ref. https://www.alodokter.com/mengenal-5-bahasa-cinta-kamu-yang-mana