Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Kita yang Bertahan - Cahaya di Tengah Badai. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/16/feb-16-2026-01-53-57-am-69921c5234777c770e6b8102.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Kita yang Bertahan
[intro]
[verse]
Di antara detak yang rapuh
Aku berdiri menantang rindu
Mencari arti dalam hidupku
Pada waktu yang terus berlalu
[verse]
Kupeluk pagi yang terluka
Menyapa dunia tanpa suara
Aku belajar dari luka
Bahwa jatuh bukan akhir cerita
[pre-chorus]
Saat harap hampir menyerah
Kudengar jiwaku berkata
Bangkitlah walau terlambat
Kau masih punya cahaya
[chorus]
Kita yang bertahan di badai
Meski lelah tak pernah usai
Hidup bukan soal menang
Tapi setia pada tujuan
Di setiap nafas yang tersisa
Ada mimpi yang ingin bernyawa
Kita bukan sekadar ada
Kita memilih bermakna
[verse]
Hari gelap datang pergi
Menyisakan bekas di hati
Namun luka mengajariku
Cara mencintai diriku
[pre-chorus]
Jika esok tak lagi ramah
Aku tetap melangkah
Sebab dalam dadaku
Ada cahaya tak padam
[chorus]
Kita yang bertahan di badai
Meski lelah tak pernah usai
Hidup bukan soal menang
Tapi setia pada tujuan
[outro]
[break]
[chorus]
Kita yang bertahan di badai
Meski lelah tak pernah usai
Hidup bukan soal menang
Tapi setia pada tujuan
Di setiap nafas yang tersisa
Ada mimpi yang ingin bernyawa
Kita bukan sekadar ada
Kita memilih bermakna
------
Core Idea
“From Storm to Light” — Perjalanan Jiwa yang Bertahan adalah inti naratif dari lagu Kita yang Bertahan. Mengisahkan seorang manusia biasa yang terluka, hampir menyerah, namun akhirnya menemukan bahwa makna hidup bukan terletak pada kemenangan, melainkan pada kesetiaan terhadap tujuan. Ini bukan tentang menjadi pemenang—ini tentang menolak runtuh. Secara emosional, cerita bergerak dari gelap menuju refleksi, lalu bangkit, hingga akhirnya menemukan cahaya. “Aku mungkin terluka, tapi aku belum selesai.” Kalimat ini menjadi jiwa lagu, memandang hidup sebagai sebuah perjalanan, bukan perlombaan. Dalam setiap nafas yang tersisa, ada harapan untuk terus melangkah. Karena pada akhirnya, bertahan adalah bentuk keberanian tertinggi.
“Hidup bukan soal menang. Tapi tentang memilih tetap bermakna.”