Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=zyVWcw7PQQg
Kala pertama kali muncul, semua pucuk daunnya seperti kompak tumbuh bersama dengan warna yang seragam, yaitu berwaarna merah.
Perlahan-lahan, warna daunnya pun akan berubah melalui beberapa gradasi alami. Tanpa kita sadari, seluruh daunnya pun akan berubah menjadi hijau.
Karena dominasi pucuk warnanya yang terlihat merah dan munculnya begitu kompak, orang-orang mengenal tanaman berkayu ini dengan nama Pucuk Merah.
Tanaman dengan nama ilmiah Syzygium myrtifolium ini seringkali dihadirkan di dalam taman-taman kota, pekarangan rumah dan kantor atau ditanam berjejer sepanjang jalan raya karena memiliki banyak manfaat.
Saat muncul pertama kali, pucuk-pucuk daun tanaman Syzygium myrtifolium akan berwarna merah. Namun seiring berlalunya waktu, daun-daun ini pun ikut berubah.
Secara alami, Pucuk Merah mengalami gradasi warna. Perubahan warna pertama adalah dari warna merah ke merah kecoklatan.
Dari warna merah kecoklatan akan menjadi coklat. Tak cukup di situ, daun akan berubah lagi dari coklat menjadi coklat kehijauan, dan akhirnya menjadi warnah hijau.
Ringkasnya gradasi warna Pucuk Merah dari sejak muncul hingga menjadi tua adalah sebagai berikut:
Gradasi warna ini membuat tanamannya terlihat semakin cantik dan memesona ketika dilihat.
Tidaklah mengherankan, jika menjadi salah satu tanaman favorit, bukan karena bunganya melainkan karena pesona daunnya.
