Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Petani

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Beternak Sapi Metode Penggemukan Tanpa Ribet

6 Maret 2026   11:02 Diperbarui: 6 Maret 2026   21:16 107 8 1

Sumber: https://www.youtube.com/@gnafanu

Beternak sapi potong dengan metode penggemukan menjadi salah satu usaha peternakan yang cukup menjanjikan. 

Permintaan daging sapi yang stabil sepanjang tahun membuat usaha ini memiliki peluang pasar yang baik. 

Menariknya, penggemukan sapi bisa dilakukan dengan cara sederhana tanpa proses yang terlalu rumit, asalkan peternak memahami beberapa prinsip dasar yang penting.

Berikut ini, tips bagi peternak pemula ala Bapak Suroto dari Dusun Tebat Kangkung, Kampung Gunung Katun, Kecamatan Baradatu, Way Kanan, Lampung.

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih bibit sapi yang tepat. 

Sapi bakalan yang baik biasanya memiliki tubuh proporsional, kaki kuat, nafsu makan tinggi, serta tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

 Pilih sapi yang masih berusia muda, biasanya sekitar 1,5 hingga 2,5 tahun, karena pada usia tersebut pertumbuhan bobot badan masih optimal sehingga proses penggemukan dapat berjalan lebih cepat.

Tips kedua adalah menyediakan kandang yang sederhana tetapi nyaman. 

Kandang tidak perlu terlalu mewah, yang penting memiliki sirkulasi udara yang baik, cukup sinar matahari, serta lantai yang mudah dibersihkan. 

Kondisi kandang yang kering dan bersih akan membantu sapi terhindar dari penyakit sekaligus membuat pertumbuhan lebih optimal.

Hal penting berikutnya adalah pengaturan pakan. 

Dalam metode penggemukan sederhana, pakan utama bisa berasal dari hijauan seperti rumput gajah, rumput lapangan, atau daun-daunan yang mudah ditemukan di sekitar peternakan. 

Agar pertumbuhan lebih cepat, hijauan tersebut dapat ditambah pakan penguat seperti dedak padi, ampas tahu, atau limbah pertanian lain yang masih bernilai nutrisi. 

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali sehari agar sapi tetap memiliki energi yang cukup untuk pertumbuhan.

Selain pakan, air minum juga harus selalu tersedia. 

Sapi membutuhkan air dalam jumlah cukup untuk membantu proses pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh. 

Air yang bersih akan membantu sapi makan lebih lahap sehingga proses penggemukan berlangsung lebih efektif.

Perawatan kesehatan juga tidak boleh diabaikan. 

Meski metode ini disebut tanpa ribet, peternak tetap perlu memperhatikan kebersihan kandang serta kondisi tubuh sapi. 

Jika sapi terlihat lesu, tidak nafsu makan, atau menunjukkan tanda penyakit, segera lakukan penanganan atau konsultasikan dengan petugas peternakan setempat. 

Pencegahan penyakit melalui kebersihan kandang biasanya jauh lebih mudah dibandingkan pengobatan.

Pemeliharaan yang kurang baik, termasuk pemberian makanan membuat sapi lambat gemuk, bahkan penyakitan (dok foto: Gregorius Nafanu)
Pemeliharaan yang kurang baik, termasuk pemberian makanan membuat sapi lambat gemuk, bahkan penyakitan (dok foto: Gregorius Nafanu)

Terakhir, lakukan pemantauan bobot badan secara berkala. 

Dengan memantau perkembangan berat sapi, peternak dapat memperkirakan waktu panen yang tepat. 

Umumnya, program penggemukan berlangsung sekitar 3 hingga 6 bulan hingga sapi mencapai bobot ideal untuk dijual.

Dengan manajemen sederhana, pakan yang cukup, serta perawatan yang konsisten, beternak sapi potong metode penggemukan bisa dijalankan secara praktis tanpa prosedur yang rumit. 

Pendekatan yang efisien ini sangat cocok bagi pemula yang ingin memulai usaha peternakan dengan modal pengetahuan yang sederhana tetapi tetap berpotensi menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3