dubviance
dubviance Pelajar Sekolah

i'm just doing my life

Selanjutnya

Tutup

Video

Parasite : Komedi Gelap tentang tragedi kesenjangan kelas

9 Juli 2026   14:10 Diperbarui: 9 Juli 2026   14:17 92 2 1

Kalau kita bicara tentang film yang berhasil mengguncang industri sinema global sekaligus mencetak sejarah di Oscar, nama Parasite (2019) garapan sutradara Bong Joon-ho pasti langsung muncul di kepala. Film ini bukan cuma sebuah tontonan yang menegangkan, tapi merupakan sebuah anomali: sebuah komedi gelap yang perlahan berubah menjadi thriller mencekam, dibungkus dengan kritik sosial yang sangat menohok.

Di permukaan, Parasite berkisah tentang tipu muslihat sebuah keluarga miskin. Namun, jika kita membedahnya lebih dalam, film ini adalah sebuah metafora raksasa tentang kesenjangan kelas sosial yang digambarkan dengan sangat jenius dan detail.

Poster asli film Parasite (2019). Sumber: Pinterest
Poster asli film Parasite (2019). Sumber: Pinterest

Sinopsis Singkat: Simbiosis yang Berujung Petaka 

Cerita berpusat pada Keluarga Kim—Ki-taek (sang ayah), Chung-sook (ibu), Ki-woo (anak laki-laki), dan Ki-jung (anak perempuan)—yang hidup di sebuah apartemen bawah tanah (banjiha) yang sempit, lembap, dan sering dikencingi orang mabuk. Nasib mereka berubah ketika Ki-woo mendapatkan pekerjaan sebagai guru les privat bahasa Inggris untuk anak perempuan dari Keluarga Park yang sekaya raya.

Melihat celah dari keluguan Keluarga Park, satu per satu anggota keluarga Kim menggunakan taktik manipulasi yang cerdas sekaligus licik untuk menyingkirkan para pekerja lama di rumah tersebut. Dalam waktu singkat, seluruh keluarga Kim berhasil bekerja di sana: sang ayah menjadi sopir, sang ibu menjadi asisten rumah tangga, dan sang kakak perempuan menjadi terapis seni. Mereka hidup makmur dengan "mengisap" kekayaan Keluarga Park, sampai sebuah rahasia besar di ruang bawah tanah rumah mewah tersebut terbuka dan mengubah segalanya menjadi mimpi buruk yang berdarah.

Bedah Simbolisme: Detail Jenius yang Bikin Merinding 

Parasite adalah taman bermain bagi para pencinta bedah film karena hampir setiap sudut visualnya memiliki makna tersembunyi. Berikut adalah tiga metafora terbesar yang menjadi nyawa dari film ini:

1. Arsitektur Tangga (Vertikalitas Kelas Sosial)

Sutradara Bong Joon-ho menggunakan elemen visual tangga secara obsesif untuk menggambarkan perbedaan kelas.

  • Keluarga Park tinggal di atas bukit, di dalam rumah mewah yang arsitekturnya menjulang ke atas, penuh dengan cahaya matahari.

  • HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3