Idris Hasibuan
Idris Hasibuan Akuntan

Menjelajahi Indonesia Dengan Hati

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Mendaki Gunung Merbabu via Suwanting, Seru dan Membuat Putus Asa

29 Oktober 2021   15:16 Diperbarui: 30 Oktober 2021   09:31 2113 11 0

Mendaki gunung kini sudah menjadi salah satu gaya hidup anak muda. Banyak yang rela menghabiskan waktu dan uang untuk bisa menapaki gunung. Namun ada juga memang yang mendaki gunung karena ingin menikmati keindahan alamnya, mulai dari sunrise, sunset sampai dengan lautan awan.

Terlepas dari apapun tujuan dari mendaki yang kamu lakukan. Tak lengkap rasanya jika belum mendaki gunung merbabu via suwanting. Katanya salah satu jalur ekstrem dibandingkan dengan jalur lainnya. Percaya gak? 

Saya pun sudah mencobanya dengan mengikuti open trip dari Jakarta. Tujuannya satu, untuk meringankan beban yang ada di pundak, seperti tenda, air dan makanan. Karena jika mengikuti open trip, kamu hanya perlu membawa perlengkapan pribadi seperti matras, sleeping bag dan lainnya.

Kami pun berangkat jam 10 malam dari cawang menuju salatiga dan tepatnya basecamp merbabu. Kami sampai sekitar jam 7 pagi dan dilanjutkan istirahat serta bersih-bersih. Setelah puas sarapan dan packing ulang barang masing-masing, pendakian pun di mulai dengan berdoa terlebih dahulu.

Pos 3 Gunung Merbabu Dok Pribadi
Pos 3 Gunung Merbabu Dok Pribadi

Oh iya, dari basecamp sampai pintu rimba bisa menggunakan ojek dengan harga Rp. 10.000. Kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki menuju pos 1. 

Jalanan masih santai dengan tanjakan yang masih sangat mudah, namun tak ada jalanan  datar sama sekali. Dari awal sampai pos 1 semuanya memang benar-benar tanjakan.

Dari pos 1 menuju pos 2, tanjakannnya pun semakin terjal dengan terik mentari. Satu per satu pendaki pun mulai merasa kelelahan, meski masih tetap semangat dan sesekali istrihat. Sehingga akhirnya benar-benar sampai pos 2 dan istrihat cukup lama untuk memulihakan tenaga yang sudah terkuras.

Pos 2 Menuju Pos 3.

Hari semakin sore, kami pun tetap melanjutkan perjalanan dari pos 2 sampai pos 3. Kali ini tanjakan semakin terjal dan hari pun berganti menjadi petang. Angin yang kencang dan sisa-sisa tenaga yang sudah mulai menipis. Perjalanan tetap dilakukan supaya sampai ke pos 3.

Akhirnya kami sampai di pos 3 sekitar jam 8 malam dengan hembusan angin yang kencang. Lalu mendirikan tenda dan istirahat. Dan melakukan summit di jam 4 pagi bagi yang mau, atau bisa menikmati keindahan gunung merapi, sumbing dan sindoro dari pos 3 ini.