Country Manager di sebuah Perusahaan Swasta Asing yang bergerak di sektor Pertambangan. Berdomisili di kota minyak Balikpapan, Kalimantan Timur. Memiliki banyak ketertarikan di bidang marketing, traveling, kuliner, membaca dan menulis.
![]()
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung menyimpan banyak jenis masakan enak yang tidak dijumpai di daerah lainnya di Indonesia. Perpaduan antara masakan Melayu dan masakan Chinese food menghasilkan cita rasa yang sangat nikmat di lidah khususnya untuk masakan yang menggunakan bahan dasar seafood.
Masyarakat yang tinggal di Kepulauan Bangka Belitung ini sebagian besar dihuni oleh suku Melayu dan suku Tionghoa yang sudah sejak lama menghuni di kedua pulau ini. Akulturasi budaya Melayu dan Cina menciptakan perpaduan yang harmoni di dalam menjalani kehidupan mereka sehari-hari. Budaya saling membantu satu sama lain dan sikap toleransi yang sangat tinggi menjadikan mereka hidup rukun dan damai.
Begitu pula dengan makanan khas di sana yang sudah sangat terkenal di seantero Nusantara ini. Seperti kue martabak Bangka, ikan lempah nanas, bakmi Bangka, otak-otak dan banyak lagi jenis masakan lainnya yang sangat enak dan disukai oleh banyak orang. Masakan-masakan ini semua adalah hasil perpaduan antara budaya Cina dan Melayu.
Orang-orang suku Tionghoa yang saat ini tinggal di kepulauan Bangka Belitung adalah keturunan dari suku "Khek" atau "Hakka" yang datang dari daratan Tiongkok ratusan tahun silam. Tujuan kedatangan mereka saat itu adalah untuk bekerja di sektor pertambangan, khususnya tambang timah. Lama kelamaan mereka berasimilasi dengan penduduk lokal di sana melalui proses perkawinan silang dengan suku Melayu sehingga terbentulah keturunan baru yang dinamakan sebagai Cina peranakan.
Nah, kali ini saya ingin berbagi salah satu resep dari masakan Cina peranakan di pulau Bangka yaitu "Cumi cah Timun". Mungkin bagi sebagian orang yang belum pernah melihat atau mencicipi masakan ini akan merasa sedikit aneh. Tetapi setelah mereka mencicipinya maka saya yakin mereka akan menikmatinya dan ingin mengulanginya lagi.
Bagi orang-orang Bangka masakan "Cumi cah Timun" ini adalah salah satu jenis masakan yang sering dimasak walaupun dia sudah tidak lagi tinggal di sana. Seperti halnya saya yang saat ini bermukim di Balikpapan, Kalimantan Timur masih sering memasak menu yang satu ini.
Bulan lalu, pada saat kami berlari pagi atau jogging dengan teman-teman Rim Runners Balikpapan, saya pun berkesempatan memasaknya di Pantai Manggar Balikpapan sekaligus untuk mempromosikan masakan khas daerah asal saya. Dan ternyata teman-teman saya di Balikpapan juga sangat menyukainya.
Kalau Anda tertarik juga, silahkan Anda untuk mencobanya di rumah melalui resep yang saya tunjukkan di video ini.
Salam kuliner dari Dapoer Om Iffat!