Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Radio Bola Jakarta Gelar Kompetisi 32 Klub di 2 Liga Sekaligus

16 Februari 2026   10:00 Diperbarui: 16 Februari 2026   10:00 162 2 1

"Proses verifikasi lanjutan di Liga Soeratin Jakarta U-15 dan di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, mungkin terasa ribet. Kami bukan untuk mempersulit, tapi ingin membina sekaligus memperkenalkan para pemin yunior ini, tentang mekanisme sepak bola modern sejak dini," ujar Wempi Fauzi selaku Sekretaris Jenderal kedua Liga tersebut.

Selain itu, juga diadakan workshop lanjutan dengan para official klub, yang dipimpin langsung oleh Yosef Erwiyantoro, selaku head of Liga Soeratin Jakarta U-15-2026 dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Workshop lanjutan dengan para official klub peserta Liga Soeratin Jakarta U-15-2026, sudah digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 lalu. Kemudian, workshop lanjutan dengan para official klub peserta Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, juga sudah digelar pada Jumat, 13 Februari 2026 lalu.

Kepada para official klub tersebut, Yosef Erwiyantoro menggarisbawahi, "Liga U-15 dan Liga U-17 adalah kompetisi sepak bola berbasis pembinaan, dalam artian membina orang-orang muda, melalui sepak bola. Wadah kompetisi ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam membangun ekosistem persepakbolaan nasional."

Orang Tua Senantiasa Mendampingi

Liga Soeratin Jakarta U-15-2026 dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 adalah kompetisi pembinaan, dalam artian menyeluruh. Yosef Erwiyantoro mengungkapkan, "Pembinaan bukan hanya kepada para pemain, juga kepada official klub, serta kepada orang tua tiap pemain."

Di momen verifikasi lanjutan dan sesi foto, sebagian besar pemain didampingi oleh orang tua masing-masing. Ini tentu saja menggembirakan, dalam konteks sepak bola sebagai bagian dari proses edukasi. Pemain U-15 dan U-17, dalam kesehariannya, tentu saja senantiasa dalam pendampingan orang tua.

Kebersamaan orang tua dengan anak-anak mereka di masa persiapan Liga Soeratin Jakarta U-15-2026 dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, merupakan realitas yang sangat menggembirakan. Di satu sisi, tunas-tunas muda ini memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri mereka, melalui sepak bola. Di sisi lain, orang tua mendukung penuh anak-anak mereka tumbuh serta berkembang, melalui sepak bola.     

Itulah sesungguhnya substansi dari Liga Soeratin Jakarta U-15-2026 dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Bagaimanapun juga, titik awal pembinaan U-15 dan U-17, dimulai dari lingkup keluarga. Ada anak yang punya minat pada sepak bola. Ada orang tua yang mendukung minat anak mereka.

Kemudian, orang tua memasukkan anak mereka ke Sekolah Sepak Bola (SSB), sesuai dengan pilihan masing-masing. Di Jakarta, keberadaan SSB bermula dari turnamen perdana yang diadakan di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta Selatan, pada 3-11 Juli 1999.

Turnamen itu dipelopori oleh Ronny Pattinasarani, diikuti oleh 16 SSB pelopor di Jabodetabek. Momen tersebut menjadi tonggak keberadaan SSB secara resmi di Indonesia. Kini, ada ratusan SSB di kawasan Jabodetabek, dengan skala serta performa yang beragam.

Di SSB, tunas-tunas muda yang meminati sepak bola, berlatih. Dalam konteks pembinaan, SSB tentu saja membutuhkan wadah kompetisi untuk mengasah serta meningkatkan skill para anggotanya. Yosef Erwiyantoro menyebut, wadah kompetisi pembinaan yang kredibel, sangat minim.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3