KS Story
KS Story Petani

Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Selanjutnya

Tutup

Video

Dari Dapur MBG Ke Meja Bakso

15 Februari 2026   23:48 Diperbarui: 16 Februari 2026   00:31 94 1 0

Kuingin Bercerita Episode 3Dari Dapur MBG Ke Meja Bakso SPPG Banjar Padang 
Kuingin Bercerita Episode 3Dari Dapur MBG Ke Meja Bakso SPPG Banjar Padang 


Dari Dapur Ke Meja Bakso 

(Ku Ingin Bercerita Episode 3)

Ada cerita dari balik dapur MBG keluarga kami. Saya hanya mau share tentang fakta keberadaan dapur MBG kami yang menjadi berkah tersendiri bagi kawula muda, bapack-bapack muda dan juga ibu-ibu rumah tangga. 

Begini cerita mereka dari dapur ke meja bakso;

The first, cerita ini saya mulai dari Kepala Gudang yang sangat bersemangat. Begitu KS datang, ia selalu akan bilang sambil hormat kepada KS. "Tak peduli apapun kata orang, pokoknya MBG Berkah dan Harus Berlanjut. Oke gas oke gas. Kita ga mundur kita tetap gaaas". Hhmmm, senang pulak hati saya mendengarnya. Ada seru-seru gimana, melihat ada orang bahagia karena saya.

Rata-rata kawula muda bahagia bekerja di dapur MBG keluarga kami, mereka sangat menikmati dan tak ingin pindah ke lain hati. Oh iya. Ada banyak cerita tawa di Bagian Paling Basah, Tepatnya Para Pencuci Ompreng. Sesekali kan saya mampir tuh pulang kantor di sore hari. Begitu pintu terbuka, saya masuk. Terdengar oleh saya, mereka yang ditempatkan di tempat paling basah tu bawaan nya emang lucu-lucu sekali. Ha, gini katanya mereka waktu itu."Buat Bapak Prabowo, terima kasih PakWo, sudah membuat saya kerja di MBG Bu KS. Haaa. Di tempat basah pulak, wkwkwka. Anjaaay". Lalu saya yang mendengarnya pun ikut tertawa juga hahaha. 

Hari-hari berganti. Tawa pun bercampur haru. Malam itu, di sudut meja persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi. Lia berdiri dengan pisau di tangan. Potongan ayam, irisan wortel, kacang panjang, buncis, hingga tempe tertata rapi menunggu tim juru masak. Kalau pas lihat saya, dia langsung njawab tanpa ditanya. "Kak, Lia tadi potong-potong wortel hampir sekarung, buncis, dan tempe. Ini kak, wortel nya. Bagaimana? Cocok model potongan wortel nya, kakaaak?".  Hehehe, saya hanya menjawab, "Aduh, jangan tanya saya. Tanya Ahli gizi dan Juru masak yaa. Koordinasi", tambah saya lagi. Tugasnya mungkin terlihat sederhana, tetapi dari tangannya lah ribuan porsi makanan bermula. 

Saya pindah ke Bagian Pengolahan. Begini kata mereka dengan penuh syukur begitu saya masuk ke area kekuasaan mereka. "Dulu, kita para IRT merasa tersisihkan, Bu KS. Kita sulit sekali mencari kerja. Kini, dapur MBG keluarga Bu KS bisa menampung kita para IRT. Kita sangat bersyukur bisa diterima bekerja di sini. Mari kita besemangat kengkawan untuk belajar dan berlatih agar tidak ngantuk demi bisa menyediakan menu makanan yang sehat dan bergizi", kata Bu Neng. Berkaca-kaca mata saya dibuatnya. Lalu saya pamit, saya pulang kerumah dan menemukan putra saya sudah tertidur tanpa dongeng. 

Dinihari saya kembali ke Dapur yang ga pernah tidur. Dapur memang ga pernah tidur. Apakah kamu penasaran ada cerita apa saja dibalik program makan bergizi gratis? Saya iya. Dari dapur MBG, mereka mengantungkan harapan hidup. Benar. Keberadaan Dapur SPPG kami membuka lowongan pekerjaan bagi warga setempat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3