Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)
Kembali. Cerita mengharu biru datang dari Sulastri. Ia adalah Ketua Rombongan Pemorsian. Sebelum bekerja di dapur SPPG kami, Lastri merupakan ibu rumah tangga tunggal yang bekerja serabutan di lingkungannya demi anaknya yang kuliah S1 Pertanian. Suaminya sudah meninggal. Iya, seorang ibu yang harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup dan anaknya yang sedang kuliah. Meski beban punggungnya semakin berat, tak sedikitpun membuat dirinya patah arang. Sudah hampir bertahun-tahun ia bekerja mengikut saya. Sudah menjadi cleanning service di kantor tempat saya bekerja. Kemudian ia memilih berhenti karena saya harus pindah kantor, lalu ikut bekerja di kebun saya. Semua ia lakoni sampai bekerja di rumah saya.
Baru sekarang ia bilang sama saya klo ia merasa bekerja yang berkelas. Hiiks, sudah pakai seragam, katanya. Lastri bangun dinihari, katanya jam 3 pagi. Ia bekerja dari fajar menjelang di dapur SPPG Banjar Padang menuju siang hari. Dalam sehari, Lastri dan rekan lainnya di dapur SPPG kami menyiapkan hampir 2000 porsi dengan realisasi 1651 penerima dari kelompok pendidikan sekolah. Cakupan distribusi untuk sekolah meliputi sekolah TK Paud sederajat, Sekolah Dasar sederajat, SMP dan MTS di wilayah Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing, Riau.
Katanya ya, ia memikul beban tanggung jawab besar atas kesehatan para siswa, Lastri dan rekan lainnya bekerja dengan penuh kehati-hatian, sebagaimana ia menyajikan hidangan sarapan untuk sang buah hati di rumahnya. Menu harus menarik di dalam ompreng, selain enak. Masakan yang di distribusikan di dapur SPPG kami tentu saja harus mencakup menu protein hewani, protein nabati, sayur, buah dan karbo hidrat, serta susu, telor dan gandum untuk weekend. Kami menjaga dengan ketat setiap proses penyajian masakan untuk program MBG. Mulai dari pemilihan buah, pengepakan, hingga distribusi. Semua dilakukan dibawah pengawasan ahli gizi. Hal ini tak lain untuk memberikan hasil masakan terbaik yang akan disajikan untuk penerima manfaat MBG dari dapur kami.
Sebelum berangkat ke kantor, saya juga mampir sebentar. Pekerja dapur SPPG, Wenda sopir startgazer juga mengatakan, ia merasa dimudahkan dengan adanya dapur MBG di lingkungannya. Wenda memilih membantu ekonomi keluarga terlebih dahulu, sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Dulu Wenda hanya bekerja kepada keluarga kami, bagian mengantar bibit pisang cavendis ke kebun kami. Sekarang sudah mau mintak belikan baju Superman tapi ukurannya L ahaha. Secara, Wenda kan gemuk, kak KS. Ha-ha-ha, lucunya Wenda. Begitu juga Bembi, tenaga official kami yang sedari dulu bekerja dari awal pembangunan dapur selalu berterimakasih kasih pada KS karena berkat MBG Keswita, ia bisa membantu pengobatan mamanya yang lagi sakit. Terharu saya.
Sepanjang malam sebelum tidur, tak berhenti mata saya berkaca-kaca bila mengingat selalu ada banyak cerita dari dapur ke meja bakso. Di tengah riuh suara hujan yang jatuh di atap seng malam ini, Dear Diary ; saya putuskan kembali menulis di KS Story. Kuingin Bercerita, ternyata sudah mau Episode 3. Hehe, lama kali tidak menulis.
Saya sedang mengetik......
"Betapa Dapur MBG yang saya dirikan ini menjadi salah satu titik penting penggerak ekonomi warga sekitar saya. Lalu air mata menetes seketika. Hilang rasa sakit hati saya, ketika saya dihujat-hujat MBG No, Saya sendiri yang bilang MBG Yes. Tak peduli saya menghabiskan berapa banyak uang untuk ini. Hiikss. Artinya apa? Sekarang...., keberadaan dapur SPPG keluarga kami telah memberikan dampak ekonomi nyata pada masyarakat sekitar. Nice. Ini sungguh menyenangkan".
Banyak cerita yang tak tertulis setiap hari nya dari balik dapur MBG kami. Semacam ; "Bersyukur sekali saya bisa kerja di dapur MBG Bu KS di usia saat ini, bisa bantu ekonomi keluarga, buat kuliah anak sama dapur saya bisa tetep ngepul juga" ungkap Elly. Artinya Dapur MBG kami mampu serap pekerja Lokal, dan menggerakkan ekonomi warga sekitar. Seperti dalam videoklip Kuingin Bercerita Episode 3 Dari Dapur Ke Meja Bakso.
Lagi-lagi, Atun yang doyan bakso bilang ; "Akhirnya, saya bisa makan bakso lagi xixixi".
Fakta membuktikan, ada peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai efek langsung dari program MBG. Meningkatnya pendapatan para pekerja dapur, sehingga mendorong konsumsi rumah tangga di tingkat pedesaan.
Sedangkan Dek ya, dulu nya hanya penjaga warung disebelah rumahnya. Dan entah kenapa tiba-tiba warung itu tidak buka lagi. Katanya Dek ya sepi pembeli, ekonomi lesuh. Beruntung, ia bisa bekerja di dapur MBG. "Dari hasil kerja Dek ya di dapur MBG kami, Dek Ya jadi bisa nabung buat masa depan Dek Yaa dan ngasih ke orang tua Dek Yaa di rumah" ujarnya.